Berita

Foto/Net

On The Spot

Dikawal Sipir, Siswa di Rutan Ikut UNBK Tanpa Baju Tahanan

Hari Terakhir Ujian Nasional SMK Digelar
KAMIS, 28 MARET 2019 | 10:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Siswa SMA dan SMK mulai Senin hingga hari ini menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tak terkecuali siswa berperkara yang menghuni rumah tahanan (rutan). Para anak binaan itu, ada yang ujian di dalam rutan, ada pula di sekolahnya masing-masing.

Selasa siang (26/3), suasana Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II ASalemba di Jalan Percetakan Negara Nomor 88 A Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat terlihat sepi. Tak terlihat kesibukan berarti di rumah tahanan (rutan) khusus anak-anak ini.

"Hari ini ada beberapa anak yang ikut UNBK di dalam (ru­tan)," ujar salah seorang petugas keamanan, Rizki saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.


Tak nampak pemandangan spesial dari penyelenggaraan UNBK yang digelar rutan. Tak ada petugas tambahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di sana. Tanda diharap tenang yang biasa ditempel dekat lokasi ujian juga tak tampak. Namun suasananya tetap sunyi sepi. Petugas keamanan berjaga-jaga seperti biasa di pos.

"Di dalam ada ruang khusus untuk lokasi ujian. Ada belasan komputer di dalamnya," ujar Rizki tanpa merinci jumlah siswa yang mengikuti UNBK.

Berdasarkan pengamatan, bangunan LPKA Kelas II A Salemba diapit dua bangunan besar. Yaitu, Rutan Salemba dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba. Gedungnya berada di tengah-tengah. Tak be­sar. Hanya satu lantai. Bentuknya sudah lawas. Cat bangunan dominan warna abu-abu. Tapi sudah terlihat kusam.

Masuk ke dalam LPKA Kelas II A Salemba disambut teralis besi. Tingginya 4 meter. Pintu gerbang hanya dibuka sebagian. Hanya cukup untuk hilir mudik kendaraan roda dua. Di belakang gerbang masuk terdapat pos pen­jagaan. Dua petugas terlihat ber­jaga jaga di tempat itu. Mereka mempersilakan tamu masuk ke dalam rutan.

Sayangnya, pengunjung tak bisa masuk terlalu dalam. Hanya bisa sampai di ruang lobby. Ukurannya tidak besar. Di tem­pat ini ada satu petugas yang ber­jaga. Mereka akan menanyakan surat izin agar bisa memasuki lingkungan di dalam rutan. Bila tidak ada surat izin, maka dila­rang masuk terlalu dalam.

"Pengunjung dan penghuni ru­tan tidak bisa sembarang keluar masuk. Mereka boleh keluar saat sidang saja," ujar Rizki.

Rizki mengatakan, selama ujianada petugas yang selau mengawasi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. "Siswa saat ujian juga memakai seragam sekolah seperti biasa," ucapnya.

Pemandangan dan suasana yang sama pun tersaji di Rutan Anak Depok, Jawa Barat. Bedanya di rutan ini anak yang men­jadi warga binaan dipersilakan mengikuti UNBK di sekolah asal mereka. Kepala Rumah Tahanan Kota Depok Bawono Ika Sutomo mengungkapkan, tahun ini ada dua narapidana berstatus pelajar yang mengikuti UNBK yaitu, pelajar berinisial SH (17 tahun) dan NW (17 tahun).

Keduanya telah melengkapi seluruh persyaratan administratif yang harus dipenuhi sebelum mengikuti ujian. Persyaratan itu adalah; surat permohonan pihak keluarga, surat keterangan siswa dari sekolahnya, surat keputusan kepala rutan, dan surat sidang rutan kelas II B Depok.

Selama mengikuti ujian, kata Bawono keduanya juga diberikan seragam sekolah. Tidak menggunakan baju tah­anan. "Mereka kami fasilitasi mengikutiujian di sekolah asal mereka. Seperti pelajar yang lain. Pendidikan merupakan hak warga negara yang tidak boleh dipasung oleh status apapun," ujar Bawono.

Bawono menjelaskan, selama mengikuti ujian, keduanya tetap mendapat pengawasan dari petu­gas rutan. "Tapi pengawasanya dengan cara soft dan kemanu­siaan," ucapnya.

LPKASukamiskin, Bandung juga mempersilakan warga bi­naannya mengikuti UNBK. Tercatat ada 14 siswa yang mengi­kuti ujian akhir sekolah itu.

Kepala Seksi Pembinaan LPKA Sukamiskin Bandung Roni Nuryadi mengatakan, tidak ada kendala bagi 14 orang anak warga binaan yang menjalani UNBK.

"Mereka sudah siap menjawab soal-soal dalam UNBK," ujar Roni dalam keterangannya.

Meski para siswa tengah menjalani hukuman, Roni memastikanmereka tetap mendapatkan pendidikan layak dan tetap belajar secara reguler dengan guru-gurunya, meski lokasinya berada di LPKA.

"Kita yang menyiapkan bah­an-bahannya," ucapnya.

Begitu juga saat menghadapi UNBK. Roni mengatakan tak ada kesulitan yang berarti bagi mereka. "Sebelumnya kita juga memberikan simulasi pada mer­eka," ucapnya.

Dia menyebut ada 14 siswa yang mengikuti UNBK. Rinciannya, 8 orang siswa SMK dan 6 orang siswa SMA. Sebanyak 6 orang mengikuti ujian di salah satu SMK jurusan otomotif di Bandung. Sementara dua lainnya mengikuti ujian di salah satu SMK jurusan pertanian di Lembang. Untuk SMA ke-6 orang warga binaan mengikuti UNBK di salah satu SMA swasta di Bandung.
Latar Belakang
Kami Ingin Tumbuhkan Kepercayaan dan Mengikis Praktik Kecurangan

 UNBK dalam sistem pendidikan nasional telah memasuki tahun keempat. Di tahap awal penyelenggaraan di tingkat SMK tercatat sebanyak 1.524.104 murid SMK mengikuti Ujian Nasional.

Ujian yang berlangsung mu­lai Senin (25/3) hingga Kamis (28/3) ini mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, UNBK di Jakarta diikuti sebanyak 69.407 siswa, baik swasta maupun negeri. "Kami sudah menyiapkan 1.501 server dan pelaksanaan ujiannya dilakukan di 578 sekolah," ujar Ratiyono.

Ratiyono optimistis proses UNBK tak akan mengalami kendala berarti. Sebab, telah ada tim khusus yang fokus mengu­rusi masalah server. "Empat hari sebelum pelaksanaan dicek oleh tim. Kemudian terus dipantau sampai hari Minggu sebelum pelaksanaan," ujarnya.

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy me­mastikan pelaksanaan UNBK tingkat SMK berjalan sesuai dengan rencana. "UNBK tahun ini sangat baik tidak ada kendala di lapangan dan tahun ini ada peningkatan 91 persen peserta ujian nasional," ujar Muhadjir.

Meski demikian, kata Muhadjir pelaksanaan UNBK masih terkendala, khususnya daerah yang belum terjangkau jaringan online. "Hanya ada sembilan persen dan tahun depan Insya Allah sudah 100 persen," harap dia.

Muhadjir berharap dengan UNBK akan muncul keper­cayaan pada ujian nasional uta­manya untuk menepis isu miring terkait bocornya soal.

Dia mengklaim UNBK saat ini telah berhasil menghapuskan hampir sekitar 99 persen praktik kecurangan yang dulu biasa ter­jadi. "Dulu praktik kecurangan sangat sistemik dan terstruktur," ungkapnya.

Muhadjir menuturkan dengan tingkat kepercayaan UNBK yang sangat tinggi dan bebas dari praktek kecurangan ini, dampak­nya sangat positif. Peserta didik menjadi sangat percaya diri men­jalani ujian yang digelar. "Siswa jadi gembira, nyaman, karena apa yang mereka lakukan itu akan mendapatkan pengakuan dari publik atau pihak yang kelak memanfaatkan hasil ujian nasional mereka," jelasnya.

Dengan sistem UNBK saat ini, Muhadjir menuturkan variasi soal bisa dilakukan dan dibuat berbe­da-beda satu sama lain. Sehingga kualitas ujian nasional menjadi lebih terjaga selain terpercaya.

"Karena ujian nasional dijamin kejujurannya. Kami memang fokus pada kejujuran dulu, baru secara bertahap dibenahi aspek kualitas ujian nasional," ujarnya.

Terkait pelaksanaan UNBK pada daerah bencana, Muhadjir mengatakan UNBK juga berlaku di daerah bencana. "Semua per­alatan seperti komputer sudah kita pasok besar-besaran dengan Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang juga dilibatkan," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya