Berita

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Ketua Seknas Prabowo-Sandi: Yang Percaya Hasto Kristiyanto Siapa?

KAMIS, 28 MARET 2019 | 10:07 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto tentang warna hitam mencerminkan politik hoax dan fitnah diyakini tidak akan dihiraukan masyarakat.
Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik menegaskan, pernyataan Hasto itu tidak akan meningkatkan elektabilitas paslon 01 Jokowi-Maruf ataupun sebaliknya, menurunkan elektabilitas paslon 02 Prabowo-Sandi.

"Pokoknya yang lebih (mengedepankan hoax dan fitnah) siapa? Itu saja," kata Taufik saat ditemui di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/3) kemarin.

Dalam foto kertas suara Pilpres 2019, Jokowi-Maruf mengenakan baju warna putih. Berbeda dengan lawannya, Prabowo-Sandi lebih memilih untuk menggunakan jas warna hitam. Hasto menyatakan warna putih merupakan cermin kebersihan nurani untuk berbuat baik, dan sebaliknya hitam mencerminkan politik hoax dan fitnah.

Dalam foto kertas suara Pilpres 2019, Jokowi-Maruf mengenakan baju warna putih. Berbeda dengan lawannya, Prabowo-Sandi lebih memilih untuk menggunakan jas warna hitam. Hasto menyatakan warna putih merupakan cermin kebersihan nurani untuk berbuat baik, dan sebaliknya hitam mencerminkan politik hoax dan fitnah.

Taufik yang juga ketua Gerindra DKI ogah menanggapi lebih jauh tentang pernyataan Hasto yang seakan-akan menganalogikan jas warna hitam yang dikenakan Prabowo-Sandi dengan politik hoax dan fitnah.

Menurut dia, tidak ada orang yang akan mempercayai, bahkan menghiraukan omongan Hasto tersebut. Karena pada akhirnya, masyarakat akan tetap memilih Prabowo-Sandi pada Pilpres 17 April 2019 nanti.

"Biarin saja Hasto mau ngomong apa saja, monggo, silakan, tapi yang percaya Hasto siapa? Hasto ngomong enggak ada pengaruhnya (dengan elektabilitas). Enggak perlu ditanggapi," pungkas Taufik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya