Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Airlangga Hartarto Yakin Jokowi Bisa Atasi Debat Keempat Meski Prabowo Berlatar Militer

KAMIS, 28 MARET 2019 | 03:09 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Debat keempat Capres dianggap sebagian pihak akan menjadi keuntungan bagi Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Pasalnya, latar belakangnya di militer diangaap berkaitan dengan tema debat yang diangkat.

Namun, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto tidak sepakat dengan itu. Baginya, petahana, Joko Widodo (Jokowi) sudah terbukti kerja nyatanya dalam menangani isu pertahan dan keamanan.

"Saya rasa tidak masalah karena Pak Presiden ini kan sudah 4 tahun menjadi Presiden. Jadi sudah ril menangani masalah pertahanan dan keamanan," ujar Airlangga saat membuka FGD jelang Debat Keempat Pilprea 2019 di DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (27/3).


Sementara itu, menurut Airlangga, kompetitornya belum terbukti dalam menangani kebijakan pemerintah dalam aspek pertahanan dan keamanan.

Oleh sebab itu, Menteri Perindustrian ini mengaku tak risau terkait debat keempat yang mengambil tema ideologi, keamanan, pemerintahan, dan hubungan internasional.

"Yang lain kan baru berusaha menangani pertahanan dan keamanan. Jadi saya rasa kebijakan Bapak Presiden jelas kebijakan pertahanan keamanan, juga jelas pengadaan perlengkapan militer, dan juga keberpihakan terkait keamanan dan pertahanan," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keberhasilan Jokowi dalam menangani masalah pertahanan tergambar dengan tidak adanya konflik besar yang mengancam kedaulatan negara selama masa kepemimpinannya.

"Nah itulah membuktikan kehandalan Presiden Jokowi menangani pertahanan dan keamanan," tandas Airlangga.

Debat keempat ini akan digelar Sabu (30/3) di Hotel Shangri La, Jakarta. Debat kali ini hanya mempertemukan capres kedua kubu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya