Berita

Anis Hidayah/Net

Politik

Pemilu Semakin Dekat, Buruh Migran Diajak Ikut Perangi Hoax

RABU, 27 MARET 2019 | 14:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pusat Studi dan Kajian Migrasi-Migrant Care mengajak semua pihak turut serta menjaga Pemilu serentak 2019 agar tetap kondusif. Terlebih situasi jelang pesta demokrasi kali ini sudah semakin banyak informasi bohong (hoax) dan ujaran kebencian.

Kepala Pusat Studi dan Kajian Migrasi-Migrant Care, Anis Hidayah meminta publik tanah air khususnya buruh migran proaktif memerangi hoax, politisasi SARA dan hate speech.

"Hoax dan hate speech punya dampak luar biasa baik di dalam maupun luar negeri. Bahaya hoax memicu konflik sosial dan permusuhan, ini harus diperangi bersama-sama," ujar Anis dalam keterangannya, Rabu (27/3).


Lebih lanjut, Anis menyarankan untuk melakukan cek dan ricek terlebih dulu terkait informasi soal kepemiluan maupun ketenagakerjaan. Banyak informasi yang diplentir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga validitasnya tidak benar.

"Makanya harus diverifikasi dulu dengan benar apakah itu soal berita pemilu atau pekerjaan," ucapnya.

Selain itu, Anis mencontohkan kasus berita bohong yang berpotensi menimbulkan konflik sara di ruang publik. Kata dia, dengan salah informasi seperti larangan azan dan mengecilkan suara azan.

"Kami menyayangkan jika informasi itu diterima setengah-tengah kemudian disebarkan sehingga muncul konflik," sebut dia.

"Harus tahu sumber informasinya darimana, gunakan smartphone kita untuk hal yang bermanfaat. Waspada dengan informasi yang beredar, jangan terpancing," tambah dia lagi.

Lebih jauh, Anis berpesan kepada semua generasi muda, pelajar, guru maupun buruh migran agar tidak sembarangan menyebarkan informasi.

"Ini memang harus diperangi, hati-hati untuk menyebarkan dan menyalahgunakan informasi," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya