Berita

Satya Widya Yudha/Net

Politik

DPR: Pemerintah Bisa Layangkan Protes Ke China Terkait Temuan Drone Di Bintan

SENIN, 25 MARET 2019 | 12:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Benda aneh ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3) lalu. Awalnya, benda itu diduga rudal, namun belakangan diketahui sebagai drone laut milik China.

Kepastian benda tersebut merupakan drone laut disampaikan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri.

Jika benar hal itu milik China, maka pemerintah berhak melayangkan protes kepada Kedutaan Besar China yang berada di Indonesia.


"Kita punya UU Antariksa di mana space udara kita diatur. Drone laut diposisikan sama seperti pesawat tempur sehingga baik pemerintah maupun TNI harus mewaspadai itu. Kalau memang benar itu milik China pemerintah dalam hal ini Kemenlu bersama TNI juga bisa layangkan protes ke Kedutaan Besar China," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha kepada redaksi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/3).

Protes tersebut juga bisa untuk mengetahui apa kepentingan dari Drone laut tersebut. Kalau pun untuk kepentingan bisnis maka juga harus ada prosedur yang dilalui.

"Berkali-kali saya sudah katakan bahwa kita punya UU. Kita pun berkali-kali memergoki aktivitas itu. Jadi sangat berhak kalau Kemenlu bekerjasama dengan TNI untuk menanyakan ke negara yang bersangkutan," pungkas politisi Golkar tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya