Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Islamophobia

MINGGU, 24 MARET 2019 | 07:54 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT didikan orang tua serta ajaran Yesus Kristus, saya terlanjur menjadi penganut aliran keyakinan kasih sayang.

Keyakinan saya makin menjadi-jadi setelah menghayati Pancasila terutama sila Kemanusiaan Adil dan Beradab ditambah dengan pembelajaran yang saya peroleh dari mahaguru etika saya, Prof. Dr. Frans Magnis Suseno serta mahaguru kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi.

Terorismofobia


Akibat terpengaruh ajaran kasih sayang maka lambat tapi pasti, saya menjadi seorang insan yang merasa sangat takut secara berlebihan alias fobia terhadap apa yang disebut sebagai terorisme.

Apapun alasan maupun dalih pembenarannya,  saya tidak dapat membenarkan terorisme baik secara batini apalagi ragawi.

Akibat sudah terlanjur menganut aliran keyakinan kasih sayang maka saya tidak bisa membenarkan kebencian apalagi kekerasan dengan alasan dan/atau dalih dan/atau apapun juga. Pendek kata secara membabibutatuli saya tidak setuju terorisme.

Islamophobia

Sungguh sayang setriliun sayang bahwa akhir-akhir ini terorisme dijadikan alasan membenci Islam alias apa yang disebut sebagai Islamophobia.

Kebencian terhadap Islam muncul akibat memang ada pelaku terorisme kebetulan beragama Islam padahal pada kenyataan tidak semua pelaku terorisme beragama Islam.

15 Maret 2019 , penembakan biadab di dua masjid Christchurch, Selandia Baru dilakukan oleh non Muslim. 12 Juli 2011 Anders Behring Breivik yang juga non Muslim tega menewaskan 76 orang dengan bom dan senapan mesin di Norwegia .   
Penembakan massal di Amerika Serikat lebih kerap dilakukan oleh non Muslim. Ku Klux Klan jelas bukan umat Islam. Namun para pelaku terorisme ditetapkan secara gebyah-uyah tidak bisa tidak hukumnya wajib harus muslim.

Syukur Alhamdullilah, saya memperoleh pencerahan tentang Islam dari Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah, empat putri Gus Dur, Cak Nur, Gus Mus,  Siti Musdah Mulia, Nursyahbani Katjasungkana, Quarish Shihab, Alwi Shihab, Rieziq Shihab, Mahfud MD, Salim Said, Hidayat Nur Wahid, Din Syamsuddin, Zulkifli Hasan, Amien Rais, Moeldoko, Gatot Nurmantyo dan lain-lain yang mustahil saya sebut semua di naskah sederhana yang sedang Anda baca ini.

Para beliau meyakinkan saya bahwa Islam tidak mengajarkan kebencian namun kasih sayang.

Kasih Sayang


Berdasar keyakinan bahwa Islam adalah agama kasih-sayang serta merta saya makin yakin seyakin-yakinnya yakin bahwa mustahil Islam membenarkan terorisme.

Segenap keyakinan tersebut diperkokoh kesadaran yang saya peroleh dari kenyataan sejarah peradaban dunia yang secara tak terbantahkan membuktikan bahwa Islam justru memiliki potensi sekaligus peran sangat positif dan konstruktif terhadap proses evolusi pembentukan peradaban adiluhur umat manusia di planet bumi ini.

Ditambah dengan hasil telaah Pusat Studi Kelirumologi saya makin sadar bahwa pada hakikatnya Islamophobia adalah keliru! Maka saya membenarkan Terorismofobia, namun mohon dimaafkan bahwa saya tidak membenarkan Islamophobia.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya