Berita

Lukman Hakim Saifuddin/Net

Politik

Syahganda Yakin 2 Menteri Jokowi Segera Ditangkap KPK

MINGGU, 24 MARET 2019 | 07:29 WIB | LAPORAN:

Nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tengah menjadi buah bibir setelah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang ratusan juta di dalam laci ruang kerjanya pada Senin malam (18/3) lalu.

Pemeriksaan ruang kerja Menag ini berkaitan kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang telah menyeret anggota DPR, M. Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka.

Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan memprediksi menteri Kabinet Kerja Jokowi tersebut segera menyusul Romi mengenakan rompi oranye lembag antirasuah.


"Kasus korupsi Romi (Romahurmuziy). Sebentar lagi mungkin ditangkap itu Menteri Agama Lukman Saifuddin," kata Syahganda dalam diskusi bertajuk "Kebangkitan Emak-emak Melawan Penjajahan Gaya Baru" di Posko Satgas 02 Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu petang (23/3).

Total uang disita tim KPK dari laci Menag senilai Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS. Lukman, menurut Syahganda, dalam penjelasannya tidak konsisten.

"Pertama dia (Lukman) bilang uang itu uang honor. KPK bantah, itu bukan uang honor. Artinya itu uang korupsi kan. Pasti ditangkap," yakin aktivis senior ini.

Bukan hanya Lukman, masih menurut Syahganda, seorang pembantu Jokowi lainnya yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga berpeluang dijebloskan ke rumah tahanan KPK. Hal ini didasari pengakuan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, belum lama ini.

Suradi mengaku dimintai Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy membuat daftar yang berisi uang bagi para pejabat di Kemenpora dan KONI. Salah satu nama dalam daftar tersebut berinisial 'M' tertulis uang Rp 1,5 miliar.

Suradi menjelaskan "M" yang dimaksud adalah "menteri".

"Itu baru dari KONI. Belum dari kasus kemah pemuda," kata Syahganda.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya