Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Kemenangan Prabowo Adalah Satu-satunya Jalan Untuk Indonesia Merdeka

SABTU, 23 MARET 2019 | 22:31 WIB | LAPORAN:

Kemenangan Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno merupakan satu-satunya jalan untuk memerdekakan bangsa ini dari penjajahan gaya baru.

Koordinator Relawan di Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andrianto mengatakan saat ini Indonesia sesungguhnya telah dijajah oleh asing maupun aseng. melalui Perpres.

"Kita dijajah dalam bentuk lain. Kita benar-benar dikangkangi oleh kekuatan asing dan aseng," katanya dalam diskusi bertajuk "Kebangkitan Emak-emak Melawan Penjajahan Gaya Baru" di Posko Satgas 02 Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3).


Menurut aktivis mahasiswa tahun 1998 ini, ada beberapa masalah yang memperkuat argumen itu. Diantaranya adalah bebas visa untuk ratusan negara tanpa ada timbal balik.

"Kemudian juga memberikan kesempatan kepada investor. Jokowi bilang silakan investasi masuk, kita akan buka seluas-luasnya. Kita ini sudah bagaikan telanjang sebulat-bulatnya," tambahnya.

Yang ketiga, imbuh Presidium Persatuan Pergerakan ini, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Yang mana aturan itu dianggap telah memberikan banyak kemudahan bagi pekerja asing untuk mencari nafkah di negeri ini.

"Itu benar-benar menyayat hati kita. Karena dengan Perpres itulah membuka ruang terhadap tenaga kerja asing untuk bisa masuk sebebas-bebasnya," sesalnya.

Padahal, imbuhnya, di satu sisi, jutaan penduduk bangsa ini sangat butuh akan pekerjaan demi membiayai hidup mereka sehari-hari.

"Kok bisa kita memberikan kesempatan, ruang bagi warga negara asing untuk bekerja di Indonesia sebagai buruh kasar. Ini memilukan kita semua," ujarnya.

Meski demikian, Andrianto menekankan bahwa masyarakat Indonesia tak perlu khawatir. Sebab jika nanti Prabowo-Sandi menang di ajang Pilpres 2019,

"Alhamdulillah Prabowo-Sandi sudah bilang kalau misalkan nanti menang, akan mencabut Perpres itu," pungkasnya. []

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya