Berita

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen/Net

Politik

PEMILU 2019

Pagar Nusa: Pemilu Penting, Tapi Persatuan Jauh Lebih Penting

SABTU, 23 MARET 2019 | 19:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pagar Nusa, badan otonom Nahdlatul Ulama akan berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. Terlebih dalam menghadapi Pemilu serentak 2019.

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen mengatakan, organisasi di bidang silat ini akan menerjunkan kader untuk mengawal jalannya pesta demokrasi agar berjalan aman dan damai.

"Saat ini mulai tercium adanya upaya agar pemilu tidak berjalan kondusif. Jadi, Pagar Nusa berkewajiban mencegah upaya tersebut. Kita kawal pemilu agar damai dan aman," tegas Nabil di sela acara Madrasah Kader NU (MKNU) Pagar Nusa di Pondok Pesantren STKIP Ikhlas, Rangkas Bitung, Banten, Jumat (22/3) kemarin.


Menurut Nabil, tanggal 17 April adalah momentum penting bagi perjalanan demokrasi di Indonesia, namun setelahnya yaitu menjaga persatuan dan kesatuan jauh lebih penting.

"Perbedaan adalah hal yang wajar dan harus disikapi secara dewasa," tandasnya dalam keterangan tertulis.

Di tempat yang sama, Ketua PN Banten Mohamad Nasir mengaku, maraknya hoax dan ujaran kebencian saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karenanya, Pagar Nusa Banten harus menolak dengan tegas hoax dan ujaran kebencian.

Nasir menegaskan, siapa pun orangnya, yang tutur kata dan bahasanya menunjukkan kebencian dan hoax maka akan ditolak. "Kita akan lawan mereka yang dalam dakwahnya tidak dengan hikmah dan hasanah," ujar Nasir.

"Kita semua menginginkan agar Indonesia, khususnya Banten tetap aman dan kita harus bisa menjaga dan merawat kedamaian tersebut," pungkasnya menambahkan.

MKNU Pagar Nusa digelar selama tiga hari dari 22-24 Maret 2019. MKNU bertujuan untuk menguatkan semangat ke-NU-an dan semangat ke-Pagar Nusaan di mana di dalamnya juga diberikan materi-materi terkait strategi berdakwah yang hikmah dan hasanah. Juga ditanamkan semangat juang dan rasa cinta tanah air.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya