Berita

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo/RMOL

Politik

Kampanye Terbuka, Mendagri Berharap Bawaslu Tindak Racun Pemilu

SABTU, 23 MARET 2019 | 15:49 WIB | LAPORAN:

. Pemilu serentak 2019 kurang dari sebulan lagi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengintruksikan agar seluruh pihak siap menghadapi pemilu tanpa mentolerir tindakan yang berbau SARA, politik uang, dan ujaran kebencian termasuk hoax.

Sebagai pengawas pemilihan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus terus waspada dengan berbagai ancaman yang mampu masuk dalam pesta demokrasi lima tahun sekali.

"Kami menginginkan kepada Bawaslu harus komitmen untuk melarang yang namanya racun demokrasi, termasuk virus-virus demokrasi yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, kampanye yang bersifat SARA dan hoax, fitnah," ujar Thajho di kantor Bawaslu, kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3).


Mendagri menghadiri Deklarasi Komitmen Bersama Menjelang Kampanye Rapat Umum dan Iklan Kampanye Pemilu 2019 serta Penandatangan MoU Netralitas ASN, TNI dan Polri.

Tjahjo juga memperjelas beberapa contoh adanya racun demokrasi, yakni politik uang, ujaran kebencian, hoax dan fitnah serta kampanye megandung SARA.

Bila tidak ada pencegahan selama sebulan ke depan, bisa jadi menghambat penyelengaraan pemilu secara damai. Apalagi sampai masyarakat yang menjadi korban.

Itu sebabnya, Tjahjo mendukung Bawaslu, dalam penyelanggaraan penandatangan MoU dan deklarasi komitmen peserta Pemilu untuk melakukan kampanye rapat umum dan iklan kampanye yang bebas dari racun demokrasi.

"Kami menyerahkan semuanya kepada Bawaslu sebagai wasit yang adil dan demokratis sesuai aturan UU yang ada. Dan saya yakin sudah disepakati bersama oleh seluruh parpol dan tim kampanye kedua capres bahwa ini komitmen bersama untuk membantu sistem pemilu yang demokratis, jujur, yang taat kepada aturan yang ada," tutupnya.

Dalam acara ini hadir Ketua Bawaslu Abhan, Komisioner KPU Hasyim Asyari, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera.

Sesuai jadwal KPU, kampanye terbuka atau rapat umum akan digelar sepanjang 24 Maret sampai 13 April 2019. Setelah itu memasuki masa tenang sampai pencoblosan di 17 April 2019.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya