Berita

Ketum PPP Humphrey Djemat/Net

Politik

POLEMIK PPP

Humphrey Djemat: Romi Hanya Pion, Suharso Monoarfa Aktor Belakang Layar

Tawaran Islah Cuma Lips Service
JUMAT, 22 MARET 2019 | 19:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat mengatakan tawaran islah yang disampaikan Plt Ketum PPP Muktamar Pondok Gede, Suharso Monoarfa hanya lips service.

"Saat itu Suharso tidak memberikan tanggapan apapun terhadap tawaran kami," kata Humphrey saat dihubungi redaksi, Jumat (22/3).

Adapun tawaran islah dan penyatuan PPP oleh Suharso di media saat ini, hanya basa basi politik. Suharso hanya ingin menaikkan citra dirinya di publik sebagai orang yang concern terhadap kondisi partai.


"Padahal semua orang sudah tahu bahwa selama ini Suharso lah yang bergerak di belakang layar. Romahurmuziy hanyalah pionnya saja. Ini sudah menjadi pengetahuan banyak orang," ujar Humphrey.

Jadi, jelas Humphrey, bagaimana Suharso bisa memperbaiki keadaan PPP kalau dia adalah dalang utama kekisruan partai. Malah, Humphrey berpandangan cara Suharso tersebut tidak lain bertujuan untuk memecah belah PPP Muktamar Jakarta dipimpinannya yang saat ini sangat solid didukung kader, akar rumput juga para ulama.

"Tujuan Suharso ini bukanlah ingin menyatukan PPP malah memecah belah lagi," tegas Humphrey.

Sejak awal Humphrey sudah mengetahui dan menyadari hal ini, maka katanya penyatuan PPP itu harus secara bermartabat dan penuh iktikad baik. Jangan mengulangi lagi seperti yang dilakukan di Muktamar Pondok Gede dengan ditempeli kata islah dan dengan mengundang beberapa pengurus PPP Muktamar Jakarta.

"Namun secara hakikatnya tidak ada islah sesungguhnya, malah Djan Faridz disingkirkan posisinya sebagai Ketum  PPP Muktamar Jakarta saat itu," ungkap Humphrey.

Menurutnya, sekarang bukan saatnya bermain-main dengan cara-cara seperti itu, semua mata sudah terbuka dan bisa menilai.

Terakhir, Humphrey menyatakan, PPP Romi saat ini sudah hancur berantakan, tidak ada lagi kredibilitasnya di mata umat Islam, konstituen PPP, para ulama dan para pengurus di struktur PPP.

"Malah yang kuat saat ini bahkan sebelum Romahurmuziy kena OTT KPK adalah PPP Muktamar Jakarta yang dipimpin Humphrey Djemat. Terbukti hasil survei terakhir ini, posisi Jokowi semakin tergerus, dan posisi Prabowo semakin merangsek naik," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya