Berita

Nasaruddin Umar/Net

Etika Politik Dalam Al-Qur'an (50)

Pelajaran Diplomasi Publik (16)

Menyembuyikan Rasa Dengki
JUMAT, 22 MARET 2019 | 08:31 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DENGKI atau iri hati yang membawa kepada keben­cian dan tersimpan dalam hati dalam bentuk dendam adalah bagian dari sifat dasar manusia. Namun demikian, dengki (hasad) se­baiknya tidak pernah dibi­arkan bermalam di dalam pikiran dan hati kita, karena akan menggerogoti energi lahir dan batin kita. Di mana ada dengki di situ ada ketegangan. Di mana ada ketegangan di situ ada pemborosan energi. Sedangkan pemborosan energi dilukis­kan Allah dalam Al-Qur'an sebagai saudaran­ya setan Q.S. al-Isra'/17:27).

Perlu diingat kembali, peristiwa turunnya malaikat dari Arasy ke Baitul Makmur dan jatuh­nya iblis ke neraka (Q.S. al-Baqarah/2:30), bisa dihubungkan dengan sifat dan sikap dengki. Dengki ini juga yang membuat Qabil membunuh saudaranya, Habil dan membuatnya menyesal seumur hidup (Q.S. al-Maidah/5:27-31). Akibat kesalahan fatal yang dilakukan Qabil, maka se­tiap dosa serupa yang diulangi oleh anak-cucu Adam maka Qabil ikut menanggung sebagian dosa itu, sebagaimana disebutkan dalam hadis: "Tiada suatu jiwa yang terbunuh dengan penga­niayaan, melainkan putera Adam yang pertama dahulu itu mendapat bahagian dari penumpah­an darah itu, kerana ia yang pertama membuka jalan untuk penumpahan darah." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Iri (hasad) boleh jadi paling banyak me­nyebabkan manusia jatuh ke jurang kehan­curan. Anak turunan Qabil yang menyelesai­kan persoalannya dengan dendam karena dengki banyak ditemukan di mana-mana. Ker­ancuan politik dan kekuasaan yang terjadi di mana-mana tidak sedikit disebabkan oleh fak­tor kedengkian. Ekspektasi yang berlebihan sudah dipasang di dalam dirinya untuk men­capai kemenangan, demikian pula tim sukses sudah percaya betul kalau tim yang dipromo­sikannya akan menang, namun ternyata me­leset, maka lahirlah politik benci yang apa saja dilakukan oleh saingan bebuyutannya itu ada­lah salah. Dicarikan cara paling efektif untuk memakzulkannya dengan berbagai cara. Tidak tanggung-tanggung, termasuk caranya adalah melakukan fitnah keji. Meskipun mereka sadar bahwa "fitnah lebih keji dari pada pembunu­han" tetapi tetap saja melakukannya. Ini ada­lah warisan dan pengaruh iblis yang merasuk di dalam diri mereka. Akibatnya, yang menuai masalah bukan hanya dirinya dan yang terli­bat dengan masalah itu tetapi juga masyarakat yang tak berdosa ikut menanggung akibatnya. Social cost ternyata memang amat mahal.


Dalam Hadis Nabi disebutkan ada tiga dosa dan kelemahan yang sering menyebabkan manusia jatuh ke lembah kehinaan, yaitu a) Sombong, yang membuat Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam AS. b) Tamak, karena keta­makanlah yang membuat Adam makan buah terlarang di surga. c) Dengki, karena kedeng­kianlah yang membuat Qabil membunuh Ha­bil. Dalam Al-Qur’an juga Allah Swt telah mem­peringatkan: "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". (QS. Al-Falaq: 5). Perbuatan dengki ini sangat halus dan tersim­pan di dalam dada, namun Allah Swt Maha Mengetahui: 'Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, ". (QS. Al-A'raf/7: 33). Yang dimaksud wa ma bathana (perbuatan keji yang tersembunyi) dalam ayat ini ialah dengki. Dikatakan, takutlah terhadap dengki itu, sebab pengaruhnya tampak pada dirimu sebelum tampak pada orang lain yang menjadi obyek didengki.

Jika politik benci merajalela di dalam masyarakat maka pertanda masyarakat itu akan mengalami bencana, entah bencana alam atau bencana sosial yang tak kalah fatalnya dengan bencana alam, seperti fitnah kubra sebagaimana yang pernah melanda umat terdahulu, termasuk sahabat nabi yang melahirkan aliran-aliran teologi itu.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30

Pembangunan Huntara Ditarget Rampung Seluruhnya Sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Kritik

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:23

Safari Ramadan di Tujuh Provinsi, PTPN IV Bahagiakan Anak Yatim

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:01

Pengemis Musiman Eksploitasi Anak Kembali Marak Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00

Ketua Bawaslu Ungkap Kelemahan Norma Penanganan Pelanggaran Pemilu

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:59

Bukan Teladan, Pimpinan DPD Kompak Belum Lapor LHKPN

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44

Gibran Silaturahmi ke Habib Ali Kwitang Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:31

Guru Honorer Layak Dapat THR

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:22

Ramadan jadi Momentum Edukasi Penggunaan Air dengan Bijak

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:17

Selengkapnya