Berita

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto/Net

Pertahanan

Panglima: Paradoks Kemajuan Teknologi Perlu Diantisipasi

JUMAT, 22 MARET 2019 | 06:51 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

. Kemajuan teknologi harus diakui sangat pesat termasuk teknologi komunikasi, namun paradoks kemajuan tersebut perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh komponen bangsa untuk menekan paradoks kemajuan teknologi dan lebih memaksimalkan sisi positif pemanfaatannya.

“Saya yakin kita semua memiliki perhatian dan pandangan yang sama terkait perlunya sinergi demi masa depan dan kemajuan NKRI,” kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan pers yang diterim redaksi, Jumat (22/3).

“Kita tidak menginginkan negara yang begitu kaya ini dikoyak konflik seperti halnya negara-negara lain. Kita juga tentunya tidak ingin sekadar menjadi penonton yang baik dan melihat negara lain yang menikmati kemajuan teknologi”, tegas Panglima.


Menyikapi penyebaran berita-berita hoax maupun provokasi, Panglima mengatakan, kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan kedewasaan penggunanya. Menurutnya, hoax ataupun provokasi tersebut juga dapat membahayakan stabilitas nasional.

“Kita tidak dapat mengelak dari kemajuan tersebut. Terlebih dengan berkembangnya internet of everything ataupun kecerdasan buatan. Apabila kita tidak dapat menguasai teknologi, maka kita hanya akan menjadi bulan-bulanan, menjadi objek, dan tidak dapat meraih keunggulan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat luas memiliki kemampuan untuk meraih keunggulan tersebut. Unicorn-unicorn yang muncul dan berhasil mengekploitasi teknologi serta berkembang pesat semuanya berasal dari masyarakat. “Berbagai layanan dikembangkan masyarakat memanfaatkan platform internet,” katanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya