Berita

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal/Net

Politik

Video Yel-Yel Jokowi Yes Yes Yes, Ini Kata Polisi

RABU, 20 MARET 2019 | 13:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Beredar luas video tiga anggota kepolisian mengajak sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu meneriakkan yel-yel: Jokowi yes, yes, yes. Video itu lantas dikait-kaitkan sejumlah pihak dengan netralitas korps Bhayangkara. Apa tanggapan Mabes Polri?

"Yang harus dilihat memang kan di dalam video bicara mengucapkan terima kasih bantuan sosial, dan memang benar bantuan sosial adalah program pemerintah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (20/3).

Iqbal menjelaskan selama ini kepolisian melakukan pendampingan dalam pelaksanaan program bansos di lapangan. Namun demikian masalah tersebut tengah didalami Propam.


"Apabila dugaan polisi ada di sana memang kita ada MoU dengan Kemensos untuk melakukan pendampingan terhadap program tersebut," katanya.

Ia menjelaskan MoU ditandatangani karena terjadi penyimpangan dalam pendistribusian bansos. Beberapa orang yang ditangkap antara lain di Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.

"Bahwa ada (ucapan) terima kasih dan lain-lain (dalam video) inisiatif mereka, inisiatif dari masyarakat," tambah Iqbal.

Sebelumnya beredar video sejumlah orang penerima bansos dipandu pria diduga polisi mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas program bansos. Melalui pengeras suara, komando menyampaikan terima kasih diakhiri yel-yel Jokowi yes yes yes.

Dalam video berdurasi 27 detik itu terlihat sejumlah warga duduk berjajar di sebuah ruangan. Sementara dua orang berseragam cokelat mengabadikan peristiwa itu. Video lantas beredar di dunia maya antara lain diunggah di Twitter oleh @JackVardan. Video juga beredar melalui aplikasi platform WhatsApp sejak Senin (18/3).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya