Berita

Wakil Presiden Jusuf Kalla-April/rmol

Politik

Dihadiri 18 Perwakilan Negara, Jusuf Kalla Resmi Buka Dialog Tingkat Tinggi Indo-Pasifik

RABU, 20 MARET 2019 | 13:36 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini secara resmi membuka High Level Dialogue (HLD) on Indo-Pasifik Cooperation, petinggi dari 18 negara hadir dalam pertemuan ini.

Dalam sambutannya JK menyampaikan, bahwa Indo-Pasifik berada di posisi "cincin api" dimana area ini diselimuti potensi ketidakstabilan dan konflik.

Selain itu kawasan Indo-Pasifik merupakan negara-negara kontinen yang diapit Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dimana total hasil Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan menghasilkan 52,1 US Dolar triliun.  


"Sengketa tanah dan maritim yang laten masih ada, perdagangan narkoba, penyelundupan manusia, pembajakan, ekstremisme kekerasan dan terorisme, kejahatan dunia maya, banyaknya kejahatan transnasional dan lainnya," ungkap JK di Hotel Fairmount, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Oleh karenanya kata dia, terjaganya wilayah Indo-Pasifik menjadi hal yang penting untuk mewujudkan kedamaian, kestabilan, keberlanjutan secara ekonomi.

"Oleh karena itu, tidak boleh diabaikan," lanjut JK.

Hal tersebut dapat terealisasikan melalui mekanisme atau arsitektur yang solid, membangun kepercayaan, serta mekanisme solusi untuk melepaskan ketegangan antar negara melalui diplomasi.

"Tujuan kami, dalam hal ini, sederhana, yaitu untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik," kata JK.

Untuk diketahui, HLD Indo-Pasifik yang digelar pada 20-21 Maret ini mengusung tema Toward a Peaceful Prosperous and Inclusive Region, dalam pertemuan ini 18 negara kunci di indo pasifik hadir, yaitu Amerika Serikat (AS), Australia, Brunei Darussalam, Filipina, India, Indonesia sebagai tuan rumah, Jepang, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Republik of Korea, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, Selandia Baru, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Indo-Pasifik ini juga berujuan untuk meningkatkan kerja sama dan trust building, di kawasan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, yang mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan, berdasarkan pada primsip-prinsip keterbukaan transparansi inklusif, dan penghormatan kepada hukum internasional.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya