Berita

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik/RMOL

Politik

Seknas Prabowo-Sandi: Tujuan Silatnas Pemerintahan Desa Sudah Terbaca

SELASA, 19 MARET 2019 | 17:49 WIB | LAPORAN:

. Persetujuan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo atas kegiatan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia oleh Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD) dinilai sebagai permainan politik yang kasar.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik menyesalkan sikap menteri asal PDI Perjuangan tersebut. Sebab menurut dia, kegiatan yang akan berlangsung pada 30 Maret itu tidak lain merupakan kegiatan politik menjelang Pemilu 2019.

"Negeri ini jadi semau-maunya. Sekarang kumpulin kepala-kepala desa begitu untuk apa, pertanyaannya kan sederhana saja. Untuk apa?" kata Taufik di sela-sela diskusi publik tema "DPT Pilpres, Kredibel atau Bermasalah?" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat (Selasa, 19/3).


Kalaupun nanti pihak Kemendagri mau mengelak bahwa kegiatan itu bukanlah kegiatan politik, lanjut politisi Partai Gerindra ini, itu merupakan hal yang patut dipertanyakan. Sebab kegiatan itu diselenggarakan kurang dari sebulan menjelang Pemilu.

"Jadi kebaca sama orang gitu loh. Kalau mau main, yang agak halus dikit. Jangan kasar begini gitu," pungkasnya.

Beredar surat berkop Kemendagri. Surat yang ditandatangani oleh Mendagri Tjahjo Kumolo itu bukan hanya membolehkan para kepala desa untuk mengikuti kegiatan yang rencananya akan berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta itu. Melainkan juga merekomendasikan agar Silatnas juga menyematkan bapak pembangunan desa kepada Joko Widodo yang juga merupakan Capres petahana.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya