Berita

Pengamat Politik Rocky Gerung/Net

Politik

Tidak Ada Lagi Kegembiraan Dalam Demokrasi Ketika Apel Siaga dan Perang Total Muncul

SELASA, 19 MARET 2019 | 12:38 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Wajah demokrasi Indonesia saat gelaran Pilpres 2019 terkesan dibuat tegang dan tidak lagi menyenangkan. Padahal Pilpres yang notabenenya adalah pesta demokrasi seharusnya dapat membuat publik merayakan demokrasi dengan sukacita bukan dengan ketegangan.

Begitu disampaikan Pengamat Politik Rocky Gerung melihat situasi politik Indonesia menjelang pencoblosan pada 17 April 2019 dalam konprensi pers di Gedung Astranawa, Surabaya, Selasa (19/3).

Rocky menilai, saat ini bahasa-bahasa kampanye dan pembicaraan politik yang digunakan seakan mengarahkan kepada suatu event politik yang harus dijalani dengan ketegangan, minus kegemberiaan.


"Apel siaga itu kan bikin orang tegang, apa yang siaga, buat apa kan orang biasa-biasa saja. Terus perang total, siapa kita, kita siapa. Jadi itu diskursus atau literasi itu menunjukan psikologi dari kekuasaan. Kalau literasinya instruktif artinya kekuasaannya gugup dengan perolehan suara hari ini," kata Rocky.

Menurut Rocky, seharusnya di dalam suasana demokrasi, kultur kewarganegaraan itu didahulukan, kultur hukum jangan dipaksakan.

"Hukum berada di belakang agar demokrasi maju. Kalau hukum di depan demokrasi tidak akan tumbuh, apalagi hukum yang versinya menertibkan, hukum itu memfasilitasi percakapan," ujarnya.

Demokrasi itu sebetulnya bukan pemerintahan rakyat, demokrasi itu pemerintahan akal melalui pemerintahan rakyat. "Jadi harus ada akal dulu. Akal itu dapat disebut akal kalau ada pertemuan antar dua orang yang berpikir, kalau tidak itu bukan akal," ujarnya.

"Akal itu memerlukan lawan bicara," imbuhnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya