Berita

Politik

IPW: Antisipasi Efek Kekalahan Jadi Salah Satu Tugas Berat Polri Di Pilpres

SELASA, 19 MARET 2019 | 12:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Indonesia Police Watch (IPW) memiliki catatan untuk Polri dalam Pemilihan Presiden 2019 April nanti. Setidaknya ada tiga tugas berat yang harus dilakukan dan dijalankan oleh Korps Bhayangkara.

Presidium IPW Neta S Pane menyampaikan, tugas berat ini perlu ditangani secara profesional oleh jajaran Kepolisian agar tidak terjadi benturan di masyarakat.

“Ada tiga tugas berat Polri menjelang maupun pasca Pilpres 2019, selain menjaga keamanan negeri ini,” kata Neta kepada wartawan, Selasa (19/3).


Adapun tugas pertama yakni, mengantisipasi rasa percaya diri yang berlebihan dari para pendukung Capres. Karena dikhawatirkan jika Capresnya kalah dapat memunculkan masalah serius di masyarakat. Kemudian kedua, mengantisipasi isu adanya upaya mendelegitimasi hasil Pilpres 2019.

“Isu ini dikhawatirkan akan menjadi bola liar yang bisa mengancam keamanan masyarakat pasca Pilpres 2019,” ujarnya.

Lalu yang ketiga, pihak Kepolisian perlu melakukan pendataan terhadap kantong-kantong radikalisme dengan menguncinya sehingga kelompok-kelompok radikal tidak memanfaatkan panasnya situasi euforia politik jelang maupun pasca Pilpres 2019.

“Ditemukannya sejumlah bahan peledak dan aksi bom bunuh diri di Sibolga adalah indikasi meluasnya jaringan kelompok radikal dan teroris di tahun politik 2019,” kata Neta.

Oleh karenanya, IPW berpandangan, situasi keamanan nasional menjelang Pilpres 2019 semakin panas. Para pendukung capres tidak hanya larut dalam eforia politik yang tinggi, tapi juga sudah terjebak dalam pertarungan hidup mati.

“Untuk itu baik Polri dan TNI perlu profesional dan independen menghadapi situasi ini. Polri perlu menyatukan kedua kubu untuk membuat kesepakatan Pilpres Damai dan masing masing kubu menyatakan, siap menang siap kalah,” demikian Neta.  

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya