Berita

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, M. Taufik/RMOL

Politik

M. Taufik: Memprihatinkan, Di Jakarta Saja DPT Belum Beres

SELASA, 19 MARET 2019 | 11:58 WIB | LAPORAN:

. Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap II (DPTHP-II) untuk Pemilu serentak 2019 masih amburadul, termasuk di ibukota DKI Jakarta.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, M. Taufik mengatakan, dua hari lalu pihaknya menyisir 25 kelurahan di DKI.

Ditemukan ada satu RT pemilihnya cuma satu dan empat orang. Di sisi lain, ada satu kelurahan yang memiliki 11 RW, tapi memiliki DPT hingga RW 14 dan 15.


"Masih ada yang tidak jelas. Setelah dikonfirmasi katanya salah input," kata Taufik saat pembukaan diskusi publik tema "DPT Pilpres, Kredibel atau Bermasalah?" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat (Selasa, 19/3).

Seknas Prabowo-Sandi akan petakan hasil sisiran tersebut. Pasalnya, kalau satu RT cuma ada satu DPT, berarti ada penghilangan hak warga.

"Ini kan pidana. Kalau secara sistematis, maka akan kami laporkan. Ini penghilangan hak-hak demokrasi warga negara. Menurut saya ini sangat memprihatinkan. Setelah ada perbaikan malah tambah berantakan," tuturnya.

Taufik mengaku prihatin dengan DPT yang hingga saat ini belum sempurna, apalagi temuan tersebut di ibukota negara.

"Memprihatinkan lah. Di Jakarta saja ada salah input. Mudah-mudahan 1 atau 2 hari ini kami bisa menyisir 267 kelurahan di Jakarta. Ingat, kata kunci berhasilnya Pemilu adalah DPT-nya beres atau tidak," tutupnya.

Pembicara diskusi "DPT Pilpres, Kredibel atau Bermasalah?": Ahmad Riza Patria (Wakil Ketua Komisi II DPR), Rahmat Bagja (Anggota Bawaslu RI), Chusnul Mar'iyah (mantan Anggota KPU, dosen Pascasarjana UI), Titi Anggraini (Direktur Eksekutif Perludem), dan Agus Maksum (pakar IT).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya