Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak/RMOL

Politik

Soal Program OK OCE, Kubu Jokowi: Dahnil Sedang Halusinasi

SELASA, 19 MARET 2019 | 11:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menyindir sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tidak mengakui kegagalan program One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship atau lebih dikenal sebutan OK OCE.

"Masyarakat DKI sampai sekarang tidak tahu satu pun kisah sukses OK OCE, tidak merasakan manfaatnya, hanya tahu bahwa gerai mereka tutup, distributornya mundur, gudangnya kosong. Bisa jadi Mas Dahnil (Dahnil Anzar Simanjuntak, koordinator Jurubicara BPN Prabowo-Sandi) sedang halu," kata Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Dedek Prayudi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/3).

Ia mengklaim ini didasari data. Pada tahun 2018, papar Dedek, ada 51 ribu lebih pendaftar program OK OCE, tapi hanya 150 yang sampai tahap diberikan pinjaman modal.


“Hingga hari ini, tidak ada success story tentang OK OCE, cuma pengusaha yang mencoba dan akhirnya tutup," jelas Dedek.

Dedek menanggapi pernyataan Dahnil yang tidak sepakat jika ada yang menyebut OK OCE sebagai program gagal. Menurutn Dahnil justru sebaliknya. OK OCE dinilai sukses menyerap tenaga kerja dan mengikis pengangguran.

"Orangtua saya juga diminta untuk daftar oleh seorang petugas. Ketika menolak karena tidak berniat mau buka usaha, petugas menyebutkan agar setidaknya sekadar daftar saja. Akhirnya beliau daftar saja karena tidak enak. Jumlah pendaftar ini yang dijual Pal Sandi dikancah nasional," lanjut Dedek.

Menurut dia, tidak ada data konkrit tentang jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap program OK OCE. Bahkan kata Dedek, situs resmi OK OCE pun tak bisa diakses. 

"Saya kira omong kosong saja. Kalau ada success story, pastilah Pak Sandi ingat dan menceritakan kisahnya, seperti beliau mengkisahkan cerita ibu Narti, ibu Lies, ibu Lia dan pak Nadjib," tutup Dedek.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya