Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Golswing

SELASA, 19 MARET 2019 | 07:05 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEJAK dilahirkan di zaman Orba, istilah golput sudah selalu bermasalah.

Mereka yang mengaku golput sebab tidak ingin menggunakan hak untuk memilih terbukti harus siap disindir, diolok, dikecam, dihujat bahkan diancam seolah mereka kriminal.

Ruwatan


Sementara Shakespeare sibuk bertanya “What is in a name?” melalui Juliet yang sedang mabuk asmara bersama Romeo. Kearifan masyarakat Jawa tidak membuang energi dan waktu untuk bertanya, namun langsung menawarkan solusi berupa tradisi ruwatan.

Bagi yang merasa tidak nyaman atau tidak setuju terhadap sebuah nama dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan upacara ruwatan.

Maka selama menawarkan solusi belum dilarang konstitusi, Pusat Studi Kelirumologi menawarkan solusi polemik golput dengan sebuah istilah baru yaitu Golkrit sebagai akronim Golongan Kritis.

Golkrit merupakan hasil telaah organoleptiv plus intuitiv terhadap kenyataan bahwa pada hakikatnya alasan mereka yang tidak menggunakan hak untuk memilih pada pemilihan umum sangat beranekaragam.

Keengganan memilih bukan hanya merupakan ungkapan tidak peduli, malas, gangguan kesehatan, bodoh, benalu tidak sedap, psycho-freak atau lain-lain tetapi juga merupakan ungkapan protes akibat sikap kritis seperti tampak jelas pada para pekerja kemanusiaan, LSM dan terutama rakyat korban ketidakadilan sosial, ekonomi mau pun hukum.

Pada hakikatnya Golkrit adalah wadah amanat penderitaan rakyat tertindas.  

Lebih Keren


Namun mendadak terberitakan bahwa sahabat saya yang sakti mandraguna menulis esai kritik sospol, Adhie M. Massardi kreatif mendirikan PSV sebagai akronim Perhimpunan Swing Voters.

Terinspirasi kreativitas sang mantan jubir Gus Dur yang memang senantiasa berani menyatakan yang tidak benar sebagai tidak benar maka saya kagumi itu timbul gagasan menghadirkan istilah Golswing sebagai akronim Golongan Swing Voters.

Pada hakikatnya Golswing serupa tapi tak sama dengan golput namun lebih keren sebab lebih milineal akibat lebih beraroma Amerika Serikat.

Golswing lebih sulit dicemooh just stupid, benalu tidak sedap, psycho-freak, banci bahkan kriminal ketimbang golput yang sudah terlanjur babak belur dicemooh sejak jaman Orba itu.

Mengaburkan Kenyataan


Golswing juga lebih mengaburkan kenyataan maka lebih sulit dideteksi ketimbang Golput sebab swing voters belum tentu tidak memilih. Meski juga belum tentu memilih karena secara konstitusional pemilihan wajib dilakukan secara rahasia di dalam bilik tertutup sehingga mustahil diketahui apa sebenarnya yang dilakukan pemilih.

Maka Pusat Studi Kelirumologi membatalkan saran istilah Golkrit demi menyarankan istilah Golswing menggantikan golput agar mereka yang memilih untuk menggunakan hak asasi untuk tidak memilih pada pemilihan umum yang benar-benar demokratis maka bebas dan rahasia.

Golswing memungkinkan setiap warga negara Indonesia lebih leluasa dan aman terror hujatan ketika ingin mengejawantahkan hak asasi masing-masing pada pemilihan umum. MERDEKA!

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya