Berita

Politik

Gandeng Kemenlu, KPU Ngecek Surat Suara Nyasar Di Hongkong

SELASA, 19 MARET 2019 | 05:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

RMOL. Beberapa waktu lalu, publik digegerkan dengan adanya temuan surat suara pemilu yang nyasar ke Hongkong. Terkait hal itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan terkait adanya surat suara nyasar tersebut.

“Kita telah bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengatasi permasalahan tersebut,” kata Ketua KPU Arief Budiman di komplek DPR, Jakarta, Senin (18/3).

Namun, Arief mengatakan telah meminta divisi terkait untuk mengecek kejadian tersebut. Dia pun belum sepenuhnya memahami informasi yang sudah menjadi viral di masyarakat itu.


"Jadi kita sudah minta kepada pokja (kelompok kerja) luar negeri yang terdiri dari KPU dan Kemenlu untuk melakukan pengecekan lagi dan melakukan penarikan untuk didistribusikan ulang atau dikirimkan ulang sesuai dengan alamat yang semestinya," bebernya.

Arief menerangkan untuk memastikan kejadian surat suara nyasar tersebut tidak terulang kembali pihaknya telah meminta pihak terkait untuk menjalankan proses distribusi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Dia menyebut terkait SOP pengiriman surat suara itu sendiri telah diberikan sedari awal sampai proses pengiriman itu berlangsung.

"Bahkan ketika dimasukkan ke dalam kardus, kardusnya juga sudah kita minta untuk diidentifikasi. Jadi mulai dari awal sampai mau dikirimkan sebetulnya sudah diidentifikasi betul agar tidak salah alamat," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya