Berita

Jurubicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak/RMOL

Politik

Tim Prabowo: Enggak Mungkin Stunting Turun Hanya Dua Bulan!

SENIN, 18 MARET 2019 | 19:09 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Cawapres nomor urut 01, Maruf Amin yang menyebut angka stunting di masa pemeritahan Joko Widodo-Jusuf Kalla turun 7 persen dinilai hanya klaim belaka.

Kooordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penurunan 7 persen mustahil terjadi dalam waktu dua bulan.

"Enggak mungkin (stunting turun 7 persen dalam 2 bulan)," ucapnya di sela-sela diskusi bertajuk "Review Debat Cawapres" di Media Center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/3).


Perlu diketahui, berdasarkan data Kemenkes, angka stunting tahun 2013 sebanyak 37,2 persen. Angka itu turun hingga 28,9 persen pada tahun 2014.

Namun Jokowi-Jusuf Kalla baru dilantik pada bulan Oktober tahun 2014. Artinya, pada masa awal pemerintahan Jokowi-JK, angka stunting turun hanya dalam waktu dua bulan.

Masih berdasarkan data Kemenkes, angka itu naik menjadi 29 persen pada tahun 2015 dan kembali turun pada tahun 2016 menjadi 27,5 persen.

Tahun 2017 angka stunting sebanyak 29,6 persen, naik dari tahun sebelumnya. Kemudian tahun 2018 kembali naik hingga 30,8 persen, dan terakhir tahun 2019 angka stunting turun lagi ke angka 28 persen.

Berdasarkan data itu, Dahnil menyatakan sunting sebenarnya masih menjadi permasalahan serius bagi bangsa ini yang harus segera diperbaiki. Salah satunya adalah dengan Program Indonesia Emas gagasan Prabowo-Sandi.

"Caranya dengan Program Indonesia Emas. Emak-emak dan anak-anak minum susu, tapi ini cuma konotasi. Susu yang kita maksud adalah protein. Jadi penyediaan protein untuk ibu, dan anak miskin," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya