Berita

Azmi Syahputra/Dok

Politik

OTT Rommy Bukti Politisi Semakin Sakit

MINGGU, 17 MARET 2019 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Penangkapan M. Romahurmuziy oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai keprihatinan.

Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra tak habis pikir setingkat ketua umum partai bisa ikut mengatur bagi-bagi jabatan.

"Pukulan telak, OTT ketua umum parpol lagi-lagi nunjukkan politisi semakin sakit. Ketua partai setingkat pengurus nasional masih bermain, ikut OTT ratusan juta, artinya uang nilai jumlah demikian saja diambil apalagi jika nilainya makin besar, pasti nampak sifat aslinya, rakus," ujar Azmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/3).


Dalam OTT Rommy tersebut, KPK menyita uang senilai total Rp 156 juta.

"Pasti akan lebih mau ikut serta dalam bagian kerjaan walaupun dengan cara curang," cetusnya.

Penangkapan Rommy ini jelas dinilainya memalukan mengingat PPP adalah partai berbasis agama.

"Warna dan konsepnya (PPPP) jelas berbasis agama, seharusnya jadi panutan kok malah jadi tontonan kurang baik," kritiknya.

Dalam hukum pidana, jelas Azmi, hal ini disebut dengan dolus (kesengajaan). Maksudnya, yang bersangkutan dan pihak-pihak yang ikut terlibat sangat tahu resiko dari apa yang dikerjakan.

"Jadi antara yang memilih fungsi jadi makelar, pembeli dan penjual jabatan ini ada keinginan yang sama, tujuan yang sama. Ini tidak bisa main sendiri, sehingga disepakati nilai besaran nominal tersebut untuk mengisi jabatan di level Kementerian Agama dan kapan diadakan serah terima uang tersebut," urai Azmi yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno.

Azmi meyakini para tersangka menyadari betul apalagi sebelumnya sudah ada serah terima uang.

KPK dalam penyidikan, menurut dia, bisa segera memetakan siapa saja yang berperan maksimal  dan dominan dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag.

"Hukum itu mengenal asas accesoriumnon ducit, sed sequitur, suum principale. Artinya, pelaku pembantu tidaklah memimpin, melainkan mengikuti pelaku utamanya) akan diketahui siapa pelaku utamanya segera dalam OTT ini," terangnya.

Ia miris di level Kemenag saja melazimkan hal curang begitu apalagi dipelopori langsung oleh ketua umum parppol yang basisnya atas nama agama.

"Miris, mau marah campur sedih, habislah anak anak muda potensiap penerus bangsa gara-gara perilaku korupsi, ini pasti ada yang salah harus segera berbenah." tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya