Berita

M. Romahurmuziy/Net

Politik

PPP Butuh Pemimpin Baru, Bukan Plt Dari Rezim Romi

MINGGU, 17 MARET 2019 | 12:58 WIB | LAPORAN:

Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) khawatir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal lolos Parliementary Treshold (PT) dengan keputusan mengangkat Suharso Monarfa sebagai Plt Ketum PPP menggantikan M. Romahurmuziy.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam kepada wartawan usai menghadiri Munas Alim Ulama di Jakarta, Sabtu malam (16/3).

Menurutnya, kepercayaan umat terhadap PPP hilang sudah karena OTT Romi oleh KPK. Apalagi Plt yang ditunjuk pastinya orang yang berasal dari rezim Romi.


"Makanya harus dicari pemimpin baru, bukan Plt," tegas Usamah.

Sebab itulah Parmusi mendesak digelar Muktamar Luar Biasa untuk memilih ketua umum PPP yang baru.

"Agar PPP lolos ambang batas parlemen maka harus melaksanakan Muktamar Luar Biasa untuk memilih pemimpin baru," kata Usamah.

Menurut dia, PPP butuh pemimpin baru agar kepercayaan umat kembali.

"Muktamar luar biasa bisa dipersiapkan dalam satu satu pekan karena partai seperti PPP sudah struktural," ujarnya.

Terpenting juga, kata dia, dalam pelaksanaan Muktamar Luar Biasa, semua komponen PPP harus dilibatkan termasuk kelompok Djan Faridz. Hal itu dinilainya sangat penting sebab yang utama saat ini adalah komitmen keumatan.

Selain itu Usamah juga menyarankan agar kader dan simpatisan PPP melakukan tobat dan zikir nasional karena kasus dugaan korupsi yang menjerat Romi sangat bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas PPP.

"PPP sebagai parpol Islam berlandaskan kaidah islamiyah, pemahaman fiqih yang dalam, akhlak dan budi pekerti yang baik. Ketika ada pemimpin korup maka harus dilakukan tobat," katanya.

Menurut dia, tobat dan zikir nasional harus diadakan agar umat meyakini bahwa kader PPP tidak akan mengulangi perbuatan serupa Romi yang jelas merugikan bangsa dan negara.

"Kasus Rommy merupakan pukulan berat bagi parpol berlambang ka'bah ini karena ditangkap hanya urusan seperti ini, memalukan sehingga harus lakukan tobat nasional," ujarnya.

Namun demikian, Usamah mengajak semua pihak mengutamakan asas praduga tidak bersalah dalam kasus Romi dan ikuti proses hukum yang berjalan di KPK.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya