Berita

KAHMI/Net

Politik

Teror Selandia Baru, KAHMI: Bukti Teroris Tak Beragama

SABTU, 16 MARET 2019 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Kemarin, hari Jumat (15/3), kaum Muslim di Indonesia dan dunia dikagetkan dengan berita penembakan brutal terhadap kaum Muslimin yang sedang menjalankan ibadah salat Jumat di masjid Al-Noor dan masjid Linwood di daerah Christchurch Selandia Baru. Pelakunya adalah Brenton Tarrant, seorang warga negara Australia dari negara bagian New South Wales bersama tiga rekannya.

Dunia pantas kaget karena Selandia Baru yang selama ini diklaim sebagai salah satu tempat paling nyaman di muka bumi dengan tingkat zero corruption-nya tiba-tiba terpapar terorisme. Surat kabar The Sydney Morning Herald melaporkan 49 orang tewas dalam tragedi Jumat Berdarah ini dan puluhan lainnya menderita luka berat.

Menyikapi insiden tersebut, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengutuk keras aksi biadab tersebut.


"Sebagai bagian dari umat Islam di Indonesia dan saudara seiman Islam, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada kaum Muslimin  yang wafat dalam  peristiwa penembakan di Christchurch Selandia Baru tersebut. Peristiwa penyerangan membabi-buta tanpa ampun yang dilakukan oleh sekelompok ektremis sayap kanan ini jelas mencederai nilai kebebasan beragama,  kemanusiaan dan keadaban dunia," ujar Hamdan Zoelva selaku koordinator presidium KAHMI dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Sabtu (16/3).

Atas dasar itu, KAHMI mengutuk keras tindakan ektrem di luar batas kemanusiaan tersebut sebagai bentuk terorisme, pembunuhan massal dan kejahatan atas kemanusiaan. "Kami menuntut agar para pelakunya segera diadili dan dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya sesuai yursdiksi negara Selandia Baru," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, kami juga menyampaikan apresasi yang tinggi kepada pihak pemerintah Selandia Baru PM Selandia Baru, Mrs. ME. Jacinda Ardern yang dengan segera mengeluarkan pernyataan beberapa saat setelah kejadian. Demikian juga kesigapan kepolisian dan pihak keamanan Selandia Baru yang sangat cepat bergerak dan dapat mengatasi situasi.  PM Ardern juga menyampaikan pernyataan yang sangat simpatik  bahwa “kaum Muslim yang berada di dalam masjid bukanlah migran melainkan “kita”, rakyat Selandia Baru.”

Pernyataan ini, lanjut Hamdan sekaligus menepis pernyataan Fraser Anning, anggota parlemen Federal Australia yang berkomentar miring soal semakin meningkatnya imigran Muslim di Selandia Baru sebagai penyebab aksi penembakan itu. PM Ardern bahkan mengutuk tindakan biadab Brenton Tarrant dan tiga pelaku lainnya : “Mereka tidak punya tempat di Selandia Baru bahkan di dunia.”  

Kami juga mengapresiasi PM. Australia Scott Morrison yang marah dan mengutuk keras serangan yang terjadi. Baginya pemerintah Australia, ini adalah tindakan oknum ekstremis, teroris-sayap-kanan, yang telah merenggut nyawa, mencaplok kehidupan secara kejam terhadap warga Selandia Baru dan mereka layak dihukum berat.

"Respon kedua Perdana Menteri di atas menandakan bahwa teroris dan atau terorisme bukan milik satu golongan agama saja. Selama ini stigma teroris dan terorisme selalu dikaitkan dengan umat Islam. Namun tragedi Jumat Berdarah di Selandia Baru dan beberapa tragedi sebelumnya di Asia, Eropa, Amerika termasuk di Indonesia, menyimpulkan bahwa tindakan teror bisa dilakukan oleh siapa saja dengan latar belakang apa saja.  Kaum teroris tak beragama dan tindakan ekstrem mereka bertentangan dengan nilai keadaban dan kemanusiaan," jelasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya