Berita

Facebook/Net

Dunia

Youtube, Facebook Dan Twitter Berjuang Stop Penyebaran Video Teror Masjid Chistchurch

JUMAT, 15 MARET 2019 | 20:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Platform sosial media berjuang untuk membuat video serangan masjid Al Noor Chistchuch Selandia Baru tidak menyebar.
 
YouTube, Facebook, dan Twitter berlomba secepat mungkin menghapus video semacam itu dengan versi-versi baru diunggah oleh banyak pengguna.
 
Facebook, di mana seorang pria yang mengaku sebagai penyerang merekam aksi kejinya dan menyiarkan secara langsung saat menembak para jamaah di dalam masjid Al Noor, rekaman penembakan, segara menghapus video asli sekitar satu jam setelah kejadian. Tetapi pada saat itu salinan rekaman itu sudah mulai beredar di situs media sosial lainnya.
 

 
Standar komunitas Facebook secara eksplisit melarang individu yang terlibat dalam pembunuhan massal agar tidak hadir di jaringannya, dan perusahaan telah menghapus akun yang terkait dengan tersangka.
 
Mia Garlick, dari Facebook Selandia Baru mengatakan, pihak Facebook sangat berduka atas teror yang terjadi.
 
“Hati kami tertuju kepada para korban, keluarga mereka dan masyarakat yang terkena dampak tindakan mengerikan ini. Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah streaming langsung dimulai dan kami dengan cepat menghapus akun Facebook dan Instagram penembak dan video," jelasnya.
 
“Kami juga menghapus segala pujian atau dukungan untuk kejahatan dan penembak atau penembak segera setelah kami sadar. Kami akan terus bekerja secara langsung dengan polisi Selandia Baru ketika tanggapan dan penyelidikan mereka berlanjut," tambahnya seperti dimuat The Guardian.
 
Di YouTube, video-video terkait penembakan itu pada awalnya diunggah dan disajikan sebagai "konten yang tidak pantas", disembunyikan dari pengguna di bawah umur tetapi tersedia untuk orang dewasa yang masuk untuk menonton jika mereka secara aktif menyetujui.
 
Tetapi saat pekerjaan moderasi perusahaan mulai, sebagian besar video tersebut telaj dihapus, tetapi versi yang diedit masih banyak menyebar.
 
Perubahan terbaru terhadap kebijakan pencarian YouTube telah membantu menyembunyikan video paling eksplisit.
 
"Hati kami ditujukan kepada para korban tragedi yang mengerikan ini. Konten yang mengejutkan, keras dan grafis tidak memiliki tempat di platform kami, dan dihapus segera setelah kami menyadarinya. Seperti halnya tragedi besar, kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang," begitu pernyataan yang dirilis Google.
 
Twitter juga mencoba untuk menghapus unggahan ulang yang paling eksplisit.
 
"Kami sangat sedih mendengar penembakan di Christchurch. Twitter memiliki proses yang ketat dan tim yang berdedikasi untuk mengelola situasi darurat seperti ini. Kami juga akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk memfasilitasi penyelidikan mereka sesuai kebutuhan," begitu pernyataan pihak Twitter.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya