Berita

Dikusi Jenggala Center/Net

Politik

Tim Ahli Wapres: Tanpa Penguatan SDM Payah Kita

JUMAT, 15 MARET 2019 | 18:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus dan program pemerintah dalam menghadapi industri 4.0. Penguatan SDM harus mendapat dukungan dari semua pihak. Sebab, SDM akan menentukan masa depan Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi dalam diskusi tematik jilid III bertajuk "Revolusi Industri 4.0 Vs Ketenagakerjaan Kita" di kantor Jenggala Center, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).

"Tanpa SDM payah kita. Dan ini yang direncakan pak Jokowi, bukan lagi infrastruktur, tapi SDM," tutur mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.


Dia mencotohan beberapa negara yang kuat karena didorong SDM. RRT dan Jepang adalah diantaranya. Menurut Sofjan, Indonesia bisa saja menjadi negara kuat seperti negara-negara itu. Tapi hal itu tergantung kesiapan SDM dalam mengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

"Kerena bangsa kita ini kaya suber daya alam. Penduduk kita banyak," sebut Sofjan.

Dalam kesempatan itu, Sofjan juga memaparkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi industri 4.0. Selain SDM, tantangannya adalah tidak adanya kerjasama antara pengusaha.

"Dimana-mana di dunia ini kita berkelahi dengan manusia, bersaing bukan dengan besi. Besi-besi itu bisa kita beli," tandasnya.

Dia lantas mendorong pengusaha pemula lebih giat, terbuka, dan transparan dalam melakukan kerjasama dalam membangun perusahaan. Selain demi mendapat keuntungan secara bersama-sama, hal tersebut juga sebagai tahap startup bersaing dengan pengusaha-pengusaha kelas atas.

"Jangan sendiri-sendiri, harus ada kerjasama untuk melawan (pengusaha) gede-gede. Itu enggak mungkin lagi bisa dilawan kalau tidak ada kerjasama," katanya.

Di tempat yang sama, pakar politik dan hukum Setya Arinanto menegaskan bahwa teknologi tidak mungkin dapat menggantikan posisi dan peran sentral manusia. Sebab, yang membuat teknologi berkembang pesat adalah manusia itu sendiri.

Dalam perspektif hukum dan politik, Setya menegaskan bahwa tetap akan ada kepentingan politik dan bisnis dalam implementasi industri 4.0 dan ketenagakerjaan. Dia mencontohkan soal peraturan outsourcing.

"Ada orang yang berusaha menghapus outsourcing tapi ada juga yang ingin mempertahankan. Ini karena kepentingan, walaupun sudah sudah ada keputusan MK, walaupun tinggal mengubah UU atau menerbitkan peraturan pemerintah," katanya.

Meskipun Indonesia akan menghadapi industri 4.0 dan 5.0, Satya menegaskan ada lima hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Pertama karena komunikasi, kedua kepemimpinan, ketiga kreasi, keempat keingintahuan dan kelima literasi.

Adapun Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab menyoroti soal tidak jelasnya road map industri 4.0. Padahal, road map tersebut sangat penting untuk melindugi sektor ketenagakerjaan. Apalagi serbuan tenaga asing tak bisa hindarkan.

Dia lantas berharap presiden terpilih pada Pilpres 17 April 2019 mendatang menempatkan isu ketenagakerjaan baik dalam maupun luar negeri menjadi bagian penting dari kebijakan nasional untuk menambah devisa. Dan outsourcing perlu dipertimbangkan untuk dievaluasi karena lebih banyak merugikan hak-hak tenaga kerja.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya