Berita

Presiden Joko Widodo/Dok

Politik

PILPRES 2019

"Bodoh Banget Kita" Ala Jokowi Dilawan #BodohMauDuaPeriode

RABU, 13 MARET 2019 | 15:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

. Kegeraman Presiden Joko Widodo terhadap neraca dagang Indonesia yang terus-terusan melemah menuai pro-kontra di masyarakat. Terlebih, pemangku kursi RI satu ini justru menggunakan kosa kata yang tak biasa.

Dalam rapat koordinasi investasi yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Tangerang kemarin, Jokowi menyebut 'bodoh banget kita' lantaran neraca perdagangan selalu defisit.

Imbasnya, pernyataan tersebut direspon warganet dan ramai di jejaring media sosial Twitter dengan #BodohMauDuaPeriode yang menjadi trending topic. Seperti halnya yang disampaikan oleh akun Moechls.
Dalam unggahannya, ia tak sependapat dengan penggunaan kata 'kita' yang dipakai Jokowi lantaran terkesan melibatkan masyarakat umum. Bahkan, ia juga menyertakan tagar capres Prabowo Subianto sebagai dukungannya di Pilpres 2019 dibanding Jokowi yang sama-sama berstatus capres.

Dalam unggahannya, ia tak sependapat dengan penggunaan kata 'kita' yang dipakai Jokowi lantaran terkesan melibatkan masyarakat umum. Bahkan, ia juga menyertakan tagar capres Prabowo Subianto sebagai dukungannya di Pilpres 2019 dibanding Jokowi yang sama-sama berstatus capres.

"Kita? Anda saja Pak dengan orang-orang yang masih mau 2 periode. Kami rakyat yang mau #2019PrabowoPresidenRI sudah cerdas. #BodohMauDuaPeriode #RiauPastiPrabowoSandi," tulis Moechls di akunnya, Rabu (13/3).

Bagi warganet, pernyataan Jokowi tersebut dinilai tak sesuai dengan posisinya sebagai Presiden. Padahal, menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi merupakan tugas dan ranahnya kepala negara beserta jajarannya.

"Lo yang ngurus negara, kenapa kami yang ikut dibodohi. Kita....? Lo kale #BodohMauDuaPeriode," tulis @Wahyono.

"Hampir 5 tahun ku menjalin hubungan ini, aku kecewa bang... #BodohMauDuaPeriode," imbuh Hera.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya