Berita

Ketua Umum PSI Grace Natalie/RMOL

Politik

Pengamat: Pidato Ketum PSI Membahayakan Koalisi Jokowi

RABU, 13 MARET 2019 | 09:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dianggap akan merugikan koalisi pendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

Menurut pengamat politik dari Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, pidato ketum PSI bisa membahayakan soliditas koalisi pendukung petahana.

"Posisi petahana saat ini yang unggul justru bisa terganggu dengan pidato ketua umum PSI," kata Rico, Rabu (13/3).


Pidato ketum PSI dengan menyebutkan contoh-contoh kasus persekusi yang sebenarnya sudah ditangani oleh pihak berwenang, menurut Rico justru bisa seolah-olah ditafsirkan berbeda oleh publik.

"Publik justru bisa mempertanyakan komitmen Jokowi dalam menjaga stabilitas. Padahal situasi aman-aman saja," ujar Rico.

Ditambahkan, secara istilah pidato tersebut bisa jadi semacam "kanibalisme politik", karena menyerang partai nasionalis yang tergabung dalam partai koalisi. Bahkan jelas terlihat seperti ingin merebut pemilih dalam satu basis pendukung Jokowi.

"Tindakan ini agak kurang bijaksana, sebab bisa juga dimanfaatkan oleh pihak lawan dalam hal ini opisisi untuk menyerang Jokowi dan koalisinya sekaligus," tutup Rico.

Dalam pidatonya di Kota Medan, Senin (11/3) lalu, Ketum PSI Grace Natalie mengatakan PSI yang dipimpinnya berbeda dengan partai nasionalis lain yang menurutnya lebih banyak diam terkait kasus-kasus intoleransi dan diskriminasi belakangan ini.

"Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes? Mana suara partai nasionalis lain ketika pada 17 Desember, nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa. Cuma Sekjen PSI yang menyampaikan kecaman," kata Grace.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya