Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Belajar Ojo Dumeh Dari Mbah Google

SELASA, 12 MARET 2019 | 06:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MBAH Google menyadarkan bahwa saya masih harus sangat amat terlalu banyak belajar tentang banyak hal di alam semesta ini. Misalnya pada tanggal 7 Maret 2019, halaman utana Google menampilkan sosok seorang perempuan bernama Olga Aleksandrovna Ladyzhenskaya.
 
Matematika
 
Konon Olga Aleksandrovna Ladyzhenskaya dilahirkan pada tanggal 7 Maret 1922 adalah seorang ahli matematika Rusia yang konon (maaf, terpaksa menggunakan istilah konon sebab saya tidak benar-benar tahu berdasar apa yang saya lihat sendiri namun sekedar memperoleh informasi melalui mbah Google) menemukan apa yang disebut sebagai persamaan diferensial parsial (terutama masalah ke-19 Hilbert) dan dinamika fluida.
 

 
Konon Olga Aleksandrovna Ladyzhenskaya memberikan bukti kuat pertama tentang konvergensi metode beda hingga untuk persamaan Navier-Stokes.
 
Selanjutnya agar tidak ngawur , saya copas saja sebagai berikut “ Dalam matematika, konon persamaan diferensial parsial (PDE) adalah persamaan diferensial yang berisi fungsi multivariabel yang sebelumnya tidak diketahui dan turunan parsialnya.
 
PDE digunakan untuk merumuskan masalah yang melibatkan fungsi beberapa variabel, dan dapat diselesaikan dengan tangan, atau digunakan untuk membuat model komputer. Kasus khusus adalah persamaan diferensial biasa (ODEs), yang berhubungan dengan fungsi variabel tunggal dan turunannya.
 
PDE dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai fenomena seperti suara, panas , difusi, elektrostatik, elektrodinamika, dinamika fluida, elastisitas, atau mekanika kuantum. Fenomena fisik yang tampak berbeda ini dapat diformalkan dengan cara yang sama dalam hal PDE dan seterusnya dan selanjutnya dan sebagainya dan lain-lain.
 
Ojo Dumeh
 
Anda mengerti apa yang Anda baca di atas itu? Hebat! Saya tidak.
 
Maka saya tidak berani menjamin kebenaran isi informasi copasan saya itu. Namun saya wajib berterima kasih kepada mbah Google yang telah berbaik hati menyediakan informasi sambil menyadarkan saya yang sering terkebur merasa sok tahu ini ternyata sama sekali tidak tahu-menahu mengenai apa saja yang hadir di planet bumi apalagi alam semesta ini.
 
Saya belajar Ojo Dumeh dari Mbah Google. Falsafah Jawa Ojo Dumeh senantiasa mengingatkan saya bahwa sebagai manusia penuh kekurangan dan keterbatasan maka jauuuuh dari kesempurnaan pada hakikatnya saya sama sekali bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa alias sama sekali tidak berarti akibat sama sekali tidak berdaya dibandingkan dengan kemahadahsyatan alam semesta yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.
 
Penulis sadar diri penuh kekurangan dan keterbatasan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya