Berita

Seorang pria melintas di depan meja utama menjelang jumpa pers Vietmindo Energitama di Hanoi, Rabu (6/3)/RMOL

Global

Pemerintah Vietnam Diminta Melindungi Investor Indonesia

SENIN, 11 MARET 2019 | 01:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai, seharusnya pemerintah Vietnam lebih melindungi investor Indonesia terkait bentrokan di pertambangan batubara Vietmindo di Kota Uong Bi, Vietnam.

Terlebih, bentrokan tersebut telah terjadi untuk ketiga kalinya antara pekerja Vietmindo, sebagai perusahaan pertambangan Indonesia dan penyerang dari Tan Viet Bac (TVB) sebelumnya, di bulan November dan Desember 2018.

"Ini bagian dari kontrak dan komitmen Vietnam untuk melindungi investor mereka harus berperan aktif untuk mencari solusi bagi Vietmindo sendiri," ungkap Direktur Eksekutif APBI  Hendra Sinadia saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/3).


Selain itu kata dia, seharusnya pemerintah Vietnam bertanggung jawab untuk mencarikan solusi, atau tidak dilepas begitu saja. "Di sana pemerintah Vietnam bertanggung jawab untuk mencarikan solusinya, bukan dilepas sendiri," paparnya.

Sekadar untuk diketahui, permasalahan tersebut bermula sejak April tahun 2018 dimana perusahaan sub kontrak, Tan Viet Bac (TVB) menganggu operasional Vietmindo dengan menutup areal pertambangan.

Padahal kontrak karya yang ditandatangani pada tahun 1991 itu Vietmindo mendapatkan hak untuk melakukan aktivitas pertambangan sampai 2021, bahkan kehadiran Vietmindo di Vietnam, awalnya atas undangan pemerintah Vietnam.

"Jadi kalau ada blokade di area pertambangan Vietmindo yang dirugikan selain Vietmindo ya pemerintah (RI), dan Vietnam juga," tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya