Berita

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli/RMOL

Politik

Ternyata Ini Yang Bikin Rizal Ramli Berani Bersuara Lantang

SABTU, 09 MARET 2019 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli oleh sebagian kalangan dijuluki sebagai "Sang Penerobos" karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

RR dikenal sosok yang lantang (baca: berani) baik sedang berada di sistem maupun di luar kekuasaan. Sehingga tidak heran dia juga mendapat julukan "Rajawali Ngepret".

Jurus ini digunakan RR saat dia membantu Presiden Joko Widodo mewujudkan misi Nawacita pemerintahan sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya pada 2015 hingga 2016.


Dengan jurus "Rajawali Ngepret" atau "Rajawali Bangkit", RR menerobos berbagai hambatan yang menghalangi program pembangunan pemerintah yang diutamakan untuk kesejahteraan rakyat.

Lalu apa yang membuat RR sangat berani. Alasanya, Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur itu tidak memiliki beban masa lalu. Dia tidak pernah korupsi dan tidak pernah menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

"Jadi itu tadi, saya istilahnya tidak ada beban, bisa ngomong apa saja," ujar RR dalam sebuah wawancara di salah satu radio swasta beberapa waktu lalu.

Padahal, lanjut RR, selama menjabat di permerintahan, di selalu memimpin lembaga "basah". Dia pernah menjabat Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Komisaris Utama PT Semen Gresik, Komisaris Utama Bank BNI 46, dan Menteri Keuangan.

"Kalau mantan pejabat pernah korup dan menyahgunakan jabatan, pasti dia ketakutan, ngomong sedikit pasti dikerjain. Saya syukur alhamdulillah, karena tidak ada beban," lanjutnya.

Selain tidak ada beban, RR bisa bersuara keras karena sudah terbiasa sejak mahasiswa. Bahkan, dia pernah dijebloskan ke penjara karena menulis buku putih perjuangan mahasiswa yang tidak disukai oleh rezim Orde Baru saat itu.

"Saya membiasakan diri mau di dalam atau di luar sistem, kita terus saja (bersuara dan memberikan gagasan), supaya bangsa ini lebih maju dan lebih hebat," tutup dia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya