Berita

Hamdi Muluk/Net

Politik

Tips Mendeteksi Survei Abal-Abal

SABTU, 09 MARET 2019 | 15:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Banyak lembaga survei yang bermunculan merilis hasil jajak pendapatnya jelang Pemilu Serentak 2019. Tak jarang, lembaga-lembaga survei yang muncul tidak kredibel atau abal-abal, yang bermaksud sebatas menggiring opini publik.

Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Hamdi Muluk pun mengeluarkan tips untuk mendeteksi lembaga survei abal-abal tersebut. Salah satunya, dengan melihat latar belakang orang-orang yang ada di lembaga survei tersebut.

"Sebenarnya mudah mengetahui survei abal-abal, bisa dilihat apakah orang yang terlibat punya akademik background. Lalu apakah lembaganya kredibel, itu nanti berpengaruh juga terhadap metodologinya," jelasnya kepada wartawan di Gado-Gado Boplo, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3).


Hamdi mengingatkan, kredibilitas dan kapabilitas suatu lembaga survei merupakan syarat utama yang mesti dimiliki oleh setiap lembaga survei itu sendiri.

Sebab, lanjut Hamdi, hasil survei dari suatu lembaga yang kredibel, dianggap bisa membantu mempermudah masyarakat mengetahui latar belakang jagoannya melalui survei terkini.

"Dari segi sosial-psikologi ada prinsip bahwa masyarakat punya rasa ingin tahu, ingin memvalidasi pendapat dia. Misalnya, kalau saya menyatakan prefer (lebih suka) dengan calon A, maka saya akan tanya-tanya," bebernya.

"Lalu dari mana publik ingin tahu tentang calonnya itu? Kan dari survei-survei ini harusnya," demikian Hamdi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya