Berita

Diskusi "Obor Rakyat, Masih Percayakah Kita?"/Net

Politik

Sulit Mengatakan Kemunculan Obor Rakyat Tidak Berkaitan Dengan Politik

SABTU, 09 MARET 2019 | 07:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tabloid Obor Rakyat yang sempat jadi kontroversi ketika kampanye Pilpes 2014 kini terbit lagi saat memasuki kampanye Pilpres 2019.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyarankan agar publik yang masih percaya dengan Obor Rakyat untuk segera bertaubat. Menurutnya, tidak dipungkiri masih ada segelintir orang yang percaya tabloid tersebut.

"Ini menyesatkan, jualan gagal di Pemilu 2014. Harusnya bertaubat jika pernah percaya dengan Obor Rakyat," ungkap Lucius dalam diskusi "Obor Rakyat, Masih Percayakah Kita?" yang diinisiasi Relawan Bergerak Bersatu (RBB) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).


Lebih lanjut, Lucius mengatakan 2019 adalah pertarungan ulang Jokowi dengan Prabowo dan reborn Obor Rakyat juga menjadi kelahiran ulang. Kata dia, sulit mengatakan jika kemunculan Obor Rakyat tidak berkaitan dengan politik.

"Di masa lalu, Obor Rakyat bermain di lahan ini dan kini muncul lagi pada moment sama di tahun politik. Saya kira situasi kemunculan Obor Rakyat saat Pemilu hampir sama. Ini pertandingan ulang dan sulit untuk menyangkal hadirnya lagi dalam konteks sama gagal mencapai hasil," bebernya.

Sementara itu, pengamat politik IPI Jerry Massie berpesan agar Obor Rakyat bisa menjadi media corong politik kulkas bukan politik kompor. Kulkas itu mendinginkan dan kompor sebaliknya.

Menurutnya, Obor Rakyat bukanlah media petarung, harusnya laksanakan saja acara launchingnya.

Peluncuran kembali Obor Rakyat yang sedianya dilakukan pada Jumat malam kemarin di Gedong Joang, Cikini, Jakarta Pusat, resmi dibatalkan.

Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setyardi tidak menyebutkan alasan pasti pembatalan peluncuran. Sejauh ini yang sudah diketahui publik adalah, rencana peluncuran tabloid itu ditolak oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan yang memberikan cuti bersyarat kepada dirinya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya