Berita

Bawaslu/Net

Politik

Cegah Politik Uang, Bawaslu Gelar Patroli Di Masa Tenang

JUMAT, 08 MARET 2019 | 16:31 WIB | LAPORAN:

Masa tenang merupakan saat paling rawan akan pelanggaran pemilu.

Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, Bawaslu RI akan menggelar patroli.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Petalolo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menanggulangi kecurangan pemilu. Salah satu diantaranya mendesain kegiatan yang berfungsi untuk mencegah pelanggaran itu sendiri.


"Salah satu yang nanti akan dilakukan seperti yang sudah kami lakukan pada Pilkada Serentak 2018 yaitu melakukan patroli pengawasan pada hari tenang," katanya di Media Center Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (8/3).

Menurut Ratna, patroli semacam itu sudah dipraktikkan saat Pilkada Serentak 2018. Saat itu, kegiatan patroli mendapat sambutan positif berbagai pihak karena dinilai mampu mencegah beredarnya politik uang di masa tenang.

"Karena kita khawatirkan pada hari tenang itu membuat peserta menjadi tidak tenang. Karena akan memanfaatkan tiga hari menjelang hari H itu untuk melakukan upaya pembujukan kepada pemilih dengan memberikan uang atau barang lainnya," urainya.

Ratna mengingatkan, berdasarkan UU 7/2017 tentang Pemilu, subjek dari pengawasan yang dilakukan Bawaslu tidak sebatas pada peserta pemilu, tim sukses, maupun pelaksana. Namun bisa dikenakan ke siapa saja yang melakukan pelanggaran.

"Jadi subjeknya menjadi luas," katanya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya