Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Kepada Persis, Prabowo Ungkap Alasan Maju Lagi Di Pilpres

JUMAT, 08 MARET 2019 | 11:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada tujuan besar yang ingin dicapai calon presiden Prabowo Subianto dengan kembali maju di ajang pemilihan presiden.

Ketua umum Gerindra itu menilai ada masalah inti yang membuat Indonesia tidak bisa berlari. Prabowo menyebut, sistem ekonomi Indonesia sudah melenceng dari tujuan bangsa.

Dalam kunjungan ke Kantor PP Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Prabowo menguraikan alasannya itu.


“Kenapa saya masih maju? Karena sistem kita melenceng, UUD 1945 itu tegas ekonomi berasaskan kekeluargaan, bukan konglomerasi atau kapitalisme,” tegasnya di hadapan strutural PP Persis dan pimpinan organisasi otonom Persis, Jumat (8/3).

Cabang-cabang produksi, kata dia, seharusnya dikuasai oleh negara. Begitu juga, bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Prabowo bahkan menyamakan kondisi saat ini tidak ubahnya dengan masa penjajahan. Di tahun 1930-an, Soekarno telah mengingatkan melalui pidato Indonesia Menggugat karena kekayaan yang ada di tanah air mengalir ke luar negeri.

“Tahun itu sama dengan 2019. Kekayaan kita mengalir keluar. Kalau dulu kolonialisme terang-terangan, kini neokolonialisme. Bung Karno (juga) sudah tahu itu,” sambungnya.

“Jadi kalau sistem ini diteruskan, Indonesia tidak akan maju-maju,” demikian Prabowo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya