Berita

Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Mahathir Mohamad Peringatkan Filipina Soal Gelombang Pekerja China

KAMIS, 07 MARET 2019 | 18:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Filipina agar tidak membiarkan masuk orang asing yang dapat mengganggu persamaan politik.
 
Hal itu merujuk pada poros Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Beijing memicu gelombang masuknya pekerja China.
 
Diketahui bahwa setidaknya 200 ribu pekerja China berbondong-bondong ke Manila sejak pemilihan Duterte tahun 2016, banyak dari mereka dipekerjakan oleh perusahaan game online yang melayani pemain China.
 

 
Hal ini menyulut keprihatinan, dengan beberapa politisi Filipina menuduhnya menaikkan harga properti, mengambil pekerjaan dari penduduk setempat dan bahkan mempengaruhi pendapatan pajak.
 
Mahathir, yang telah menangguhkan beberapa proyek besar negaranya dengan China, memperingatkan situasi tersebut selama kunjungan resmi ke Filipina agar tidak mengizinkan gelombang asing.
 
"Investasi asing langsung seharusnya tidak melibatkan membawa sejumlah besar orang asing untuk tinggal di negara itu karena itu mungkin mengganggu persamaan politik di negara itu," kata Mahathir kepada televisi ABS-CBN dalam sebuah wawancara.
 
"Jika sejumlah besar orang asing (datang) untuk tinggal dan tinggal di negara itu atau bahkan mempengaruhi perekonomian suatu negara, maka Anda harus memikirkan kembali apakah itu baik atau buruk, atau batas yang harus Anda miliki memaksakan pada mereka," tambah Mahathir seperti dimuat Channel News Asia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya