Berita

Trump dan Erdogan/Net

Global

Meski Dikecam AS, Turki Lanjutkan Pembelian S-400 Rusia

KAMIS, 07 MARET 2019 | 16:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki tidak akan pernah berbalik dari kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Begitu penegasan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Kamis, 7/3), dalam sebuah wawancara dengan penyiar Kanal 24.
 
Dia menambahkan bahwa Ankara selanjutnya mungkin akan mempertimbangkan untuk membeli sistem S-500 buatan Rusia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Erdogan juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak boleh mencoba untuk mendisiplinkan Turki melalui langkah-langkah perdagangan.
 

 
"Kami menyimpulkan masalah S-400, menandatangani kesepakatan dengan Rusia dan akan memulai produksi bersama," kata Erdogan.
 
"Nanti, kita dapat bekerja dengan S-500," sambungnya seperti dimuat ulang Al Jazeera.
 
Langkah Turki untuk membeli S-400 dari Rusia sebelumnya mendapat kecaman dari Amerika Serikat. Washington menilai, pembelian itu dapat membahayakan kesepakatan industri pertahanan antara sekutu NATO.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya