Berita

Robertus Robet/Repro

Politik

Ternyata, Ini Maksud Di Balik Nyanyian "Mars ABRI" Robertus Robet

KAMIS, 07 MARET 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aktivis 1998, Robertus Robet menentang keras wacana perwira tinggi (Pati) TNI non job menduduki jabatan sipil di kementerian dan lembaga. Robet tidak ingin dwi fungsi ABRI kembali bangkit kembali seperti zaman Orde Baru (Orba).

Perlawanan Robet itu yang turut menjadi tema orasinya di Aksi Kamisan ke-576, di depan Istana Negara Jakarta (Kamis, 28/2). Orasi yang akhirnya membuat dia menyandang status tersangka ujaran kebencian.

Potongan video orasi Robet saat menyanyikan pelesetan lagu Mars ABRI dalam aksi tersebut menjadi dasar tuduhan kasusnya.


Dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu memang mengawali orasi dengan mengingatkan lagu yang sering dinyanyikan saat masa reformasi. Dia ingin mengingatkan bagaimana kekuatan sipil kala itu menentang dwi fungsi ABRI.

“Lagu ini mesti kita ingat lagi. Kenapa? Karena ada situasi baru yang muncul di depan kita,” ujar Robet saat Aksi Kamisan itu. Situasi baru yang dimaksud adalah wacana menempatkan pati TNI ke jabatan sipil.

Dia menjelaskan bahwa rakyat yang pernah hidup di era Orde Baru, di mana militer hidup dalam seluruh kehidupan sipil, akan secara otomatis menolak wacana yang dimunculkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tersebut.

Menurutnya, penolakan ini bukan masalah personal. Ada tujuan yang lebih besar, yaitu mengokohkan supremasi sipil. Dengan kata lain, kehidupan publik dan demokrasi harus sepenuhnya dipegang sipil.

“Kenapa? Karena kaum militer adalah orang yang memegang senjata, orang yang mendominasi alat-alat kekerasan negara tidak boleh mengendalikan sipil lagi. Karena senjata tidak bisa diajak berdebat,” tegasnya.

Namun demikian, Robet menegaskan bahwa penolakan itu bukan berarti rakyat benci dengan tentara. Rakyat, kata dia, justru mencintai tentara-tentara yang profesional. Hanya saja, rakyat tidak boleh menghendaki tentara masuk lagi ke ranah jabatan sipil.

Dalam kesempatan itu, Robet juga mengajak peserta Aksi Kamisan untuk mengirim sinyal penolakan wacana tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

“Jokowi adalah pemerintahan sipil, tapi dia tidak boleh menggadaikan supremasi sipil hanya demi kepentingan pragmatis pemilu,” tegasnya.

“Justru pemilu harusnya mengokohkan kembali demokrasi kita, bukan untuk menggerogoti demokrasi kita,” sambungnya berapi-api.

Selain kepada Jokowi, Robet juga mengingatkan calon presiden Prabowo Subianto yang notabene berasal dari kalangan militer. Dia meminta mantan Danjen Kopassus itu tidak mengembalikan dwifungsi ABRI saat terpilih.

“Kalau dia ingin mengembalikan struktur militer, ideologi militer, maka dia harus berhadapan dengan kita lagi,” kata Robet.

“Kita harus berani karena kita warga republik. Artinya kita hidup dalam keseteraan, tidak boleh ada kelompok sosial apapun yang lebih tinggi dari kita,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya