Berita

Robertus Robet/Net

Politik

Setelah Nyanyikan Lagu Yang Hina TNI, Robertus Robet Minta Maaf

RABU, 06 MARET 2019 | 19:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Akademisi juga aktivis, Robertus Robet, mengklarifikasi video yang menunjukkan dirinya memelesetkan Mars Angkatan Bersenjata atau Mars ABRI saat Aksi Kamisan ke-576, di depan Istana Negara Jakarta (Kamis, 28/2).

Klarifikasi disampaikannya lewat video singkat yang beberapa saat lalu beredar via pesan WhatsApp.

Robertus Robet mengaku menerima banyak reaksi dan keberatan karena video itu. Karena itulah ia perlu menyatakan klarifikasi ke publik.


Pertama, lirik pelesetan Mars ABRI dalam orasinya di depan Istana Negara itu bukanlah lagu ciptaaannya melainkan lagu yang populer saat gerakan mahasiswa tahun 1998.

"Asal usul lagu tersebut sudah saya jelaskan dalam pengantar di orasi tersebut. Sayangnya tidak ada dalam video tersebut," kata Robertus.

Ia tegaskan, nyanyian itu ia maksudkan sebagai kritik kepada ABRI di masa lampau bukan kepada TNI di masa kini, apalagi dimaksudkan untuk menghina profesi dan institusi TNI.

"Sebagai dosen saya tahu persis upaya reformasi yang sudah dilakukan TNI dan dalam banyak hal memuji dan memberi apresiasi upaya reformasi yang dilakukan TNI yang lebih maju dibandingkan lainnya," tutur Robertus Robet.

Ia berharap klarifikasinya bisa menjernihkan berbagai macam reaksi.

Namun apabila aksinya bernyanyi pelesetan Mars Angkatan Bersenjata dianggap kesalahan yang menimbulkan kesalahpahaman, ia tetap memohon maaf.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya