Berita

Persidangan Lucas/RMOL

Hukum

Tidak Terima Tuntutan Jaksa, Lucas Cium Ada Dendam

RABU, 06 MARET 2019 | 17:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengacara Lucas mengaku tidak terima dengan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi selama 12 tahun penjara subsider denda Rp 600 juta.

"Tuntutan dari JPU itu adalah kekeliruan yang sangat besar. Dan ini sudah saya duga karena seperti ada dendam, ketidaksenangan. Nyata sekali apa yang diformulasikan dengan fakta-fakta hukum itu keliru, sangat keliru karena tidak sesuai dengan fakta hukum yang ada di persidangan. Sangat tidak objektif, ini surbdisitas," paparnya usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/3).

Lucas diyakini terbukti secara sah dan meyakinkan turut membantu mantan Presiden Lippo Group Eddy Sindoro melarikan diri.


Lucas diyakini terbukti melanggar pasal 21 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lucas mengaku belum dapat menerima tuntutan jaksa. Menurutnya, fakta-fakta persidangan yang dibacakan jaksa tidak sesuai dengan kenyataan. Dia membantah turut membantu pelarian Eddy Sindoro.

"Sekarang yang harus kita garis bawahi adalah benar-benar tidak ada peranan sama sekali. Benar-benar Eddy Sindoro tidak pernah meminta tolong kepada saya, saya pun tidak pernah membantu Eddy Sindoro dalam hal ini," jelasnya.

"Jadi Eddy Sindoro dituntut lima tahun saya dituntut 12 tahun. Masalahnya apa kalau bukan suatu dendam, kebencian, kecemburuan. Saya tidak tahu apa, saya tidak ngerti. Sa tidak pernah ada urusan dengan KPK, saya tidak pernah jadi lawyer dalam kasus KPK, tidak pernah dipanggil," beber Lucas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya