Berita

Jumpa pers Vietmindo Energitama/Ist

Dunia

Vietmindo Energitama Ancam Angkat Kaki Dari Vietnam

RABU, 06 MARET 2019 | 16:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sudah hampir satu tahun operasional Vietmindo Energitama terganggu karena area pertambangan mereka yang berada di Uong Bi, Provinsi Quan Ninh, Republik Sosialis Vietnam, diblokade oleh pihak Tan Viet Bac (TVB).

Terhitung hari Sabtu pekan lalu (1/3), perusahaan batubara berbendera Indonesia itu merumahkan sekitar 188 pekerjanya.

Demikian antara lain disampaikan CEO Guntur Madu Tama Holding, Hendra Gunawan, dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Restoran Batavia, di Hanoi, Vietnam, beberapa saat lalu (Rabu, 6/3).


Guntur Madu Tama adalah perusahaan yang memiliki Vietmindo Energitama.

Hendra meminta pihak keamanan di Quan Ninh memberikan perhatian serius sehingga Vietmindo bisa kembali melanjutkan aktivitas.

"Blokade (yang dilakukan TVB) ini harus diakhiri," ujarnya yang dalam jumpa pers didampingi pengacara Tuan Anh dan Ketua Serikat Pekerja Nona Nhu.

TVB adalah perusahan subkontrak yang mulai bekerjasama dengan Vietmindo Energitama pada tahun 2015. Tahun 2018, Vietmindo Energitama mengurangi wilayah kerja TVB karena dinilai under performance.

Dalam jumpa pers yang dihadiri belasan wartawan dari berbagai media di Vietnam itu Hendra mengatakan, bila situasi di area pertambangan tidak bisa dinormalisasi, maka pihaknya akan segera angkat kaki dari Vietnam.

Vietmindo Energitama beroperasi pertama kali di Vietnam pada tahun 1997. Kontrak karya yang ditandatangani pada 1991 memberikan hak kepada perusahan itu untuk melakukan aktivitas pertambangan selama 30 tahun.

Saat ini Vietmindo Energitama tercatat sebagai pembayar pajak terbesar di Provinsi Quan Ninh.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya