Berita

Nasaruddin Umar/Net

Etika Politik Dalam Al-Qur'an (35)

Pelajaran Diplomasi Publik (1)

Kepiawaian Diplomasi Nabi Ibrahim
RABU, 06 MARET 2019 | 09:14 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KETIKA Nabi Ibrahim meng-ungkapkan rasa kekesalannya terhadap raja dan masyarakat yang bukan saja dhalim tetapi juga menampilkan aqidah yang sesat, dengan menyembah berhala berupa patung. Di sebuah bangunan besar Nabi Ibrahim memasuki kompleks penyembahan berhala yang berisi berbagai macam patung. Para Raja seolah mengecoh rakyatnya dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib yang tersembunyi di balik patung itu. Kejengkelan Nabi Ibrahim diungkapkan di dalam ayat:

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Eng­kau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ibrahim/14:36). Dan (ingatlah) di wak­tu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berha­la sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata". (Q.S. al-An'am/6:74).

Setelah Nabi Ibrahim berusaha memper­tanyakan keberadaan berhala-berhala di zamannya, lalu ia dijawab itu tradisi nenek moyong secara turun temurun, Anda tidak perlu mengusili kebiasaan kami. Mendengar­kan penjelasan seperti itu, anak muda sang idialis membuat langkah progresif dengan melakukan sesuatu, sebagaimana digam­barkan dalam ayat berikut ini:


Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepa­danya. Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim". Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". Mereka berkata: "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan". Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?". Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukan­nya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". (Q.S. al- Anbiya'/21:58-63).

Ketika patung-patung mereka dihancurkan Nabi Ibrahim tetap memperlihatkan ketenan­gannya keyika ia ditanya Raja tentang sia­pa yang melakukan penghancuran berhala mereka. Ia menjawab dengan tenang tudu­han Raja dan kalangan masyarakat dengan penuh diplomasi yang membuat masyarakat tidak percaya jika Nabi Ibrahim menja­di pelaku tunggalnya. Jawabannya ialah: : "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". Bahasa diplomasi ini menyelamatkan Nabi Ibrahim dari amarah raja dan rakyatnya. Se­andainya ia dengan lugu menyatakan "aku yang merusaknya" mungkin saat itu juga ia akan dibunuh. Akan tetapi tujuan mulia yang diemban Nabi Ibrahim tidak boleh dilaksan­akan secara emosi tanpa perhitungan, seh­ingga Nabi Ibrahim secara spontan menyata­kan pernyataan itu. Nabi Ibrahim mengelabui Raja dan warganya dengan pernyataan itu lalu difahami yang membatat berhala-berh­ala itu ialah berhala yang paling besar yang sudah digantingi kapak besar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya