Berita

Foto/Net

Politik

Jokowi Unggul Tapi Sedang Dihukum Rakyat

SELASA, 05 MARET 2019 | 20:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PolMark Indonesia merilis survei tingkat keterpilihan pasangan calon presiden-wakil presiden. Hasilnya, Joko Widodo-Maruf Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

CEO PolMark Indonesia Eep Saifulloh Fatah menjelaskan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf 40,4% sementara Prabowo-Sandi 25,8%. Survei dilakukan pada kurun waktu Oktober 2018-Februari 2019 dilakukan di 73 Dapil Pemilu 2019 dengan responden sebanyak 35 ribu.

Meski unggul, posisi petahana sangat rawan karena tingkat elektabilitasnya di bawah 50%.


"Berdasar pengalaman saya melakukan survei di pilpres maupun pilkada selama 10 tahun, jika elektabilitas pentahana jauh di bawah 50 persen menunjukkan dia sedang dihukum oleh rakyat," katanya di Hotel Mercure Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/3).

Eep mengatakan mestinya elektabilitas petahana tinggi karena dia sudah kampanye selama 4 tahun dengan kerjanya. Apalagi, Eep menjelaskan, dengan tingkat elektabilitas 40,4% sangat rawan bagi Jokowi karena masih ada 33,8% responden yang belum menentukan pilihan.

Pemilih Jokowi yang sudah mantap atau tidak berpindah hanya 31,5%, sedang pemilih Prabowo yang mantap 20,5%, kata Eep dalam kesempatan yang juga dihadiri Presiden Akal Sehat Rocky Gerung sebagai pembicara ini.

Eep mengakui survei ini merupakan kerja sama PolMark dengan Partai Amanat Nasional (PAN). PolMark merupakan satu-satunya lembaga survei di Indonesia yang mengakui bekerja sama dengan siapa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya