Berita

Nasaruddin Umar/Net

Etika Politik dalam Al-Qur'an (35)

Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (2)

SELASA, 05 MARET 2019 | 08:33 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

MESKIPUN Ratu Balqis seorang perempuan, teta­pi kemampuan dan keper­cayaan dirinya luar biasa. Bisa menjadi pemimpin yang amat disegani di da­lam masyarakatnya. Su­dah barang tentu Ratu Balqis bukan hanya memi­liki kekuatan kelembutan sebagai seorang perempuan tetapi kecerda­sannya di dalam mengambil keputusan pelu dipuji. Ia sepertinya tidak terbebani dengan jenis kelaminnya sebagai seorang perem­puan. Padahal, saat itu dunia Arab atau Ti­mur-Tengah secara umum masih berada di dalam suasana masyarakat yang didominasi laki-laki (male dominated society).

Pola kepemimpinan Ratu Balqis yang de­mokratis mendapat apresiasi positif dari ka­langan pejabatnya. Tidak seorang pun di antara para petingginya melawan kebijakan­nya. Bahkan para pembesarnya cenderung lebih mempercayakan segala urusan negara kepada Ratu Balqis, sebagaimana dijelaskan dalam artikel terdahulu. Ia berhasil meyakin­kan para untuk memilih tindakan yang diyaki­ni sangat efektif untuk mengambil alih kekua­saan Nabi Sulaiman. Di antara mereka ada yang mengusulkan dengan tindakan keras (hard power), dengan mengedepankan keku­atan balatentara karena mereka yakin akan kekuatan yang dimilikinya. Sebagian meng­anjurkan wait and see dan sebagian lainnya menganjurkan untuk kooperatif dengan me­nempuh pola win-win solution. Akhirnya se­bagai pemimpin yang cerdas, Ratu Balqis mengelaborasi seluruh opsi pembesarnya dengan memilih kebijakan: Pertama diupay­akan dengan cara memberikan hadiah atau bisa juga disebut sebagai upeti. Kalau cara ini tidak berhasil maka pasukan militer yang berada di baris belakang.

Namun kenyataan menghendaki lain dan di luar perkiraan, kedikjayaan Nabi Sulaiman betul-betul luar biasa sehingga berbagai opsi yang disiapkan tidak relevan. Cende­ramata yang disiapkan beralih dengan mis­terius ke tangan Nabi Sulaiman tanpa seo­rangpun tahu bagaimana benda itu tiba lebih awal berkat kelihaian jin. Tentara yang tang­guh Ratu Balqis menjadi tidak berdaya ketika mereka dijemput dengan barisan binatang buas di samping bala tentara Nabi Sulaiman. Meskipun demikian, Ratu Balqis tidak mau kehilangan akal. Meskipun kalah dari berba­gai segi tetapi bagaimana mereka tidak me­rasa kalah dan merasa dipermalukan. Diplo­masi dalam kondisi darurat dan berfikir jernih di saat-saat genting, membuat Ratu Balqis diterima dan diperlakukan dengan baik oleh Nabi Sulaiman. Keanggunan yang ditampil­kan Ratu Balqis membuat Nabi Sulaiman terkesima dan malah diperlakukan sebagai tamu agung dan kemudian dalam satu versi cerita Nabi Sulaiman memperisterikannya.


Meskipun seorang Nabi, Sulaiman juga mengajak para pembesarnya untuk bermu­syawarah dalam menghadapi kemungkinan sikap yang akan ditempuh oleh kekuatan Balqis. Karena masing-masing menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan demokra­tis, maka akhirnya kedua kubu ini bertemu dan bersatu. Kedua tokoh itu sama-sama memasuki istana (27:44). Bahkan keduanya melangsungkan 'perkawinan' dan melahir­kan generasi baru yang tangguh. Keuntun­gan yang diperoleh dari pertemuan kedua tokoh tersebut antara lain, rakyat menjadi se­nang dan tenang, bersatunya dua kekuatan, terhindarnya dari malapetaka peperangan dan terwujudnya kestabilan dan kesejahte­raan di dalam masyarakat. Kisah ini juga memberikan pelajaran kepada kita bahwa, kalau sinerji membawa keuntungan dan ke­menangan, mengapa harus pecah. Apa yang dilakukan Ratu Balqis dapat juga diterapkan di dalam masyarakat modern, seperti di In­donesia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya