Berita

Jokowi/Net

Nusantara

Dugaan Kampanye Pakai Fasilitas Negara, HMI Akan Laporkan Jokowi

MINGGU, 03 MARET 2019 | 09:06 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Gorontalo dan Sulawesi Tenggara berbuntut pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Jokowi diduga memanfaatkan fasilitas negara untuk kampanye.

Pelaporan itu akan dilakukan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) melalui Badan Kordinasi Nasional Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI PB HMI).

“Hari Senin tanggal 4 maret 2019, kami akan ke Bawaslu RI membawa berkas dan bukti untuk melaporkan pelanggaran ini,” terang Wakil Direktur Bakornas LKBHMI PB HMI, Rizki Juli Andika, Sabtu malam (2/3).


Rizki mengatakan, pelaporan dilakukan atas dugaan Presiden Jokowi melakukan sosialiasi dirinya sebagai calon presiden petahana dengan memanfaatkan fasilitas negara.

“Diduga kunjungan Jokowi (ke Gorontalo dan Sulteng) itu bukan merupakan kunjungan kerja sebagai Presiden sebagaimana dalam peemberitaan media massa, melainkan dalam kunjungan kampanye untuk mensosialisasikan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Bapak Joko Widodo-Maruf Amin,” tegas Rizki

Rizki melanjutkan, Jokowi ditengarai melanggar undang-undang Nomor 7/2017 tentang pemilu sebagaimana terdapat dalam pasal 281 ayat (1), aturan soal pejabat melakukan kampanye yang melarang menggunakan fasilitas jabatan dan harus cuti di luar tanggungan negara.

“Bawaslu harus bertindak cepat guna memproses adanya dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Jokowi dalam kapasitas sebagai Presiden dan pihak-pihak yang ikut terlibat,” tegas Rizki.

Rizki menegaskan, pelaporan yag dilakukan pihaknya adalah gerakan moral dan tidak ada kepentingan politik praktis dibaliknya.

“Ini gerakan moral turut serta berada ditengah masyarakat mengawal pemilu 2019 agar berjalan dengan baik dan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas dia. **

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya