Berita

Jaya Suprana

Habis Manis Sepah Dibuang

SABTU, 02 MARET 2019 | 06:33 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENJELANG pemilihan umum di sebuah negara demokrasi, lazim diselenggarakan kampanye bagi mereka yang mencalonkan diri untuk dipilih oleh rakyat agar bisa duduk di tahta kekuasaan yang didambakan. Pada masa kampanye rakyat dirayu dengan berbagai janji surga agar sudi memilih sang perayu untuk duduk di tahta kekuasaan yang didambakan bukan rakyat namun sang perayu belaka.

Rakyat
Rakyat diletakkan pada posisi terhormat untuk habis-habisan dirayu demi memilih pihak yang membutuhkan suara rakyat untuk menang dalam pemilu agar berhasil menjadi penguasa. Sungguh naas nasib rakyat seperti nasib sepah yang habis manis langsung dibuang. Setelah pemilu usai di mana sang perayu berhasil memenangkan pemilu berkat memperoleh suara rakyat dalam jumlah yang lebih banyak ketimbang para pesaing lainnya sehingga berhasil duduk di atas tahta singgasana kekuasaan yang diidamkan, para pemenang pemilu langsung menderita amnesia maka langsung lupa kepada rakyat termasuk segenap janji surga yang dijanjikan ke rakyat. Ibarat sepah setelah habis manisnya maka wajar jika dibuang.

Sukrasana

Sukrasana
Nasib rakyat pasca pemilu mirip nasib Sukrasana pasca dimanfaatkan Sumantri untuk memenuhi syarat meraih jabatan patih kerajaan Maespati. Ketika ditugaskan oleh Prabu Arjuna Sasrabahu melaksanakan mission impossible memindah Taman Sriwedari, Sumantri memohon bantuan adiknya, Sukrasana yang sakti mandraguna. Setelah Taman Sriwedari terbukti dipindah, staf keprabon Arjuna Sasrabahu mengundang Sumantri ke istana kerajaan untuk dilantik menjadi patih merangkap panglima kerajaan Maespati. Sukrasana merengek minta ikut menghadiri upacara pelantikan kakak tercintanya namun mentah-mentah ditolak oleh Sumantri akibat malu memperkenalkan adindanya yang buruk rupa kepada masyarakat elit ring satu kerajaan. Sukrasana memaksa minta ikut, maka Sumantri menakut-nakuti dengan senjata panah yang secara tak sengaja terlepas dari busur menembus dada Sukrasana. Sang adinda secara mengenaskan tewas akibat dianggap sebagai sepah yang sudah habis manisnya oleh sang kakanda.

Amnesia
Penyakit amnesia alias kacang-lupa-kulit alias habis-manis-sepah-dibuang alias lupa-daratan-dumeh-berkuasa tampaknya memang lazim menjangkiti mereka yang haus kekuasaan sehingga menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan namun setelah berhasil meraih kekuasaan tidak segan melupakan bahkan mengkhianati mereka yang berjasa sehingga sang pendamba kekuasaan berhasil berkuasa.

Penulis adalah pembelajar filsafat wayang purwa.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya