Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Dunia

Myanmar Hanya Janji Kosong, Bangladesh Tidak Sanggup Tampung Pengungsi Rohingya

JUMAT, 01 MARET 2019 | 20:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bangladesh tidak lagu dapat menampung pengungsi dari Myanmar.
 
Hal itu disampaikan oleh pemerintah Bangladesh kepada Dewan Keamanan PBB pekan ini (Jumat, 1/3), sekitar 18 bulan setelah lebih dari 700 ribu warga Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan di tengah penumpasan militer yang brutal.
 
"Saya menyesal memberi informasi kepada dewan bahwa Bangladesh tidak lagi berada dalam posisi untuk menampung lebih banyak orang dari Myanmar," kata Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque kepada PBB.
 

 
Haque menuduh Myanmar hanya memberikan kosong dan berbagai pendekatan penghalang selama negosiasi pengembalian.
 
"Tidak seorang pun Rohingya secara sukarela kembali ke Rakhine karena tidak ada lingkungan yang kondusif di sana," kata Haque, seperti dimuat Al Jazeera.
 
Diketahui Myanmar mengatakan telah siap menerima pengungsi yang kembali sejak Januari, tetapi Rohingya mengatakan mereka menginginkan jaminan atas keselamatan mereka dan diakui sebagai warga negara sebelum mereka kembali ke Rakhine.
 
Sedangkan PBB mengatakan kondisinya belum tepat untuk kepulangan para pengungsi Rohingya.
 
"Kami sangat kecewa bahwa tidak ada kemajuan lebih lanjut dalam mendapatkan kembali pengungsi dan itu jelas termasuk menciptakan kondisi di mana para pengungsi merasa dapat kembali," Karen Pierce, Dutabesar Inggris untuk PBB.
 
Beberapa anggota dewan menekankan kembalinya para pengungsi harus aman, sukarela, bermartabat dan aman, dan mendorong pemerintah Myanmar untuk mengizinkan PBB menyebar dan tanpa syarat akses ke Rakhine. **

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya