Berita

Usman Hamid/RMOL

Politik

Negara Rugi Jika Pati TNI Non Job Masuk Ranah Sipil

JUMAT, 01 MARET 2019 | 02:15 WIB | LAPORAN:

Wacana memasukkan sejumlah perwira tinggi (Pati) TNI non job ke kementerian dan lembaga negara terus menuai tentangan.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menilai wacana itu dapat menimbulkan keregangan hubungan antara militer dan sipil.

"Wacana kebijakan itu berbahaya bagi relasi dan sipil di Indonesia. Wacana kebijakan itu merugikan TNI itu sendiri, serta mengancam kelangsungan reformasi militer itu sendiri," jelasnya saat beraksi di depan Istana Merdeka, Kamis (28/2).


Diuraikan Hamid, prajurit TNI didik untuk bersiap menjadi militer tempur terbaik. Sehingga, negara akan rugi jika para jenderal yang sudah ahli di bidang strategi perang dan militer kemudian berkecimpung di ranah sipil.

"Begitu banyak uang negara diinvestasikan untuk membangun profesionalisme mereka, beli senjata perlengkapan militer. Tiba-tiba ketika seharusnya menuai dia justru keluar dari kandang tentara dan mengurusi bukan urusan pertahanan," tambah Hamid.

Di sinilah, Hamid meminta kebijakan pemerintah yang berpotensi mengembalikan dwifungsi ABRI benar-benar dikaji kembali. Dia tidak ingin para jenderal TNI lebih ahli di bidang bisnis dan politik ketimbang pertahanan, sebagaimana yang pernah terjadi saat Orde Baru.

"Di masa Orba tentara ahli bisnis, ahli politik. Tapi tidak ahli dalam bidangnya sendiri, itu yang harus kita cegah," tegasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya